BADAR.CO.ID | Media Online Berita Terkini

Menjaga Aliran Air, Menjaga Masa Depan Pangan Batu Bara: Bupati Baharuddin Perkuat Sinergi dengan BBWS Sumut

 

Bupati Batu Bara. Jpg
Keterangan foto: Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., saat melakukan koordinasi terkait penguatan infrastruktur irigasi dengan BBWS Sumatera Utara di Medan, Senin (14/9/2026).


MEDAN – Di balik hamparan sawah yang menghijau, ada satu hal yang kerap luput dari pandangan: air. Ia tidak selalu terlihat dalam narasi tentang ketahanan pangan, tetapi menjadi penentu apakah lahan dapat ditanami, tanaman dapat tumbuh, dan petani dapat berharap pada hasil panen.

Kesadaran itulah yang mendorong Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara dalam upaya meningkatkan infrastruktur irigasi di Kabupaten Batu Bara.

Koordinasi tersebut dilakukan saat Bupati Baharuddin mengunjungi Kantor BBWS Sumatera Utara, Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution No. 30, Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Senin (14/9/2026).

Pertemuan itu membahas kondisi sekaligus kebutuhan penanganan sejumlah daerah irigasi yang memiliki arti strategis bagi sektor pertanian Batu Bara, yakni Daerah Irigasi Perkotaan, Cinta Maju dan Simanggar.

Bagi pemerintah daerah, persoalan irigasi bukan semata tentang saluran, pintu air atau bangunan fisik. Lebih jauh, ia menyangkut kepastian hidup di sektor pertanian. Ketika air tersedia dan jaringan pengairan bekerja sebagaimana mestinya, petani memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengelola lahan dan mempertahankan produktivitas pertanian.

Bupati Baharuddin menyampaikan, penguatan jaringan irigasi merupakan bagian dari langkah mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
“Ini bagian dari upaya kita mendukung program Bapak Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan. Jika ketahanan pangan ingin maksimal, maka irigasi juga harus maksimal,” ujar Baharuddin.
Pernyataan tersebut menggambarkan satu hubungan sederhana namun mendasar: pangan membutuhkan lahan, lahan membutuhkan air, dan air membutuhkan infrastruktur yang mampu mengalirkannya secara teratur.

Karena itu, optimalisasi jaringan irigasi di Batu Bara diharapkan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bagi lahan pertanian, tetapi juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pengelolaan pertanian.

Air yang Mengalir, Harapan yang Tumbuh

Daerah Irigasi Perkotaan, Cinta Maju dan Simanggar menjadi bagian dari infrastruktur yang diharapkan memperoleh perhatian dalam program peningkatan sumber daya air.

Bagi petani, keberadaan irigasi yang berfungsi baik bukan sekadar fasilitas pemerintah. Ia adalah bagian dari kepastian menghadapi musim tanam. Ketika aliran air dapat dikelola dengan baik, risiko ketidakpastian dalam proses produksi dapat ditekan.

Dalam konteks itulah koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dengan BBWS Sumatera Utara menjadi penting. Kebutuhan di lapangan membutuhkan dukungan kebijakan, kewenangan dan program yang saling terhubung antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara pun terus mendorong agar pembangunan infrastruktur pertanian dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi menyentuh fungsi dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah jaringan irigasi bukan hanya seberapa panjang saluran dibangun atau seberapa besar anggaran yang dialokasikan, melainkan seberapa jauh air itu sampai ke lahan dan membantu petani mempertahankan kehidupannya.

Dari sana, irigasi menemukan makna yang lebih luas. Air yang dialirkan hari ini adalah bagian dari upaya menjaga pangan untuk hari esok.

Melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, Pemkab Batu Bara berharap pembangunan infrastruktur pengairan dapat semakin mendukung sektor pertanian sekaligus memperkuat posisi daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Karena ketahanan pangan pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan pangan, tetapi juga tentang bagaimana memastikan setiap mata rantai yang menopangnya tetap hidup—dan salah satu yang paling mendasar adalah air.
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama