BADAR.CO.ID | Media Online Berita Terkini

DPC JAGATARA Batu Bara Gerakkan Kelompok Ternak Binaan, Survey Lahan Bebek Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

 

DPC JAGATARA Batu Bara
Ketua DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara, Ahmad Fahmi Lubis, bersama tim saat melakukan survei lahan yang diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan kelompok ternak binaan untuk usaha bebek petelur. Survei menjadi tahap awal dalam mempersiapkan program peternakan yang diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan nasional. (Kamis, 20 Agustus 2026).

BATU BARA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) JAGATARA Kabupaten Batu Bara terus mematangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui sektor peternakan. Ketua DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara, Ahmad Fahmi Lubis, melakukan survei lahan yang diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan kelompok ternak binaan DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara.

Program tersebut diarahkan pada pengembangan ternak bebek petelur sebagai kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan kelompok, program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi masyarakat daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Survei lahan menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus memetakan berbagai kebutuhan teknis sebelum program memasuki tahap pelaksanaan.

Kolaborasi Tenaga Ahli dan Penyuluh Pemerintah Daerah

Dalam mempersiapkan program tersebut, DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara berencana membangun sinergi dengan sejumlah tenaga ahli serta penyuluh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.

Pelibatan tenaga teknis tersebut diharapkan dapat memberikan masukan profesional terkait kelayakan lokasi, tata kelola peternakan, kesehatan ternak, kebutuhan pakan, sanitasi serta aspek teknis lainnya.

Ahmad Fahmi mengatakan, pihaknya ingin program kelompok ternak binaan tersebut dipersiapkan secara serius sejak tahap awal.

“Kami tidak ingin program ini hanya sekadar membuat kandang dan memasukkan ternak. Kita ingin semuanya dipersiapkan dengan baik. Karena itu, kami akan bersinergi dan melibatkan tenaga ahli maupun penyuluh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Batu Bara agar program ini mendapatkan masukan teknis yang tepat,” ujar Ahmad Fahmi.

Siapkan Engineering Design Kandang Secara Profesional

Selain survei lahan, DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara juga mempersiapkan detail engineering design (DED) atau rancangan teknis terperinci kandang bebek sebelum pembangunan dilakukan.

Menurut Ahmad Fahmi, rancangan kandang perlu dibuat secara profesional agar memperhatikan kebutuhan ternak sekaligus memudahkan proses pemeliharaan dan pengelolaan kelompok.

DED tersebut nantinya diharapkan mencakup tata letak kandang, ukuran dan kapasitas, sistem sirkulasi udara, pencahayaan, drainase, sanitasi, area pakan dan minum, pengelolaan limbah serta aspek keselamatan dan kemudahan pemeliharaan.

“Kita sedang mempersiapkan detail engineering design kandang secara profesional. Jadi sebelum pembangunan dilakukan, kita ingin desainnya benar-benar matang dan memperhatikan standar teknis peternakan. Kapasitas kandang, sirkulasi udara, sanitasi, drainase, tempat pakan dan minum sampai pengelolaan limbah harus diperhitungkan,” jelasnya.

Dengan adanya rancangan teknis tersebut, pembangunan kandang diharapkan tidak dilakukan secara asal, tetapi berdasarkan perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok ternak.

Kelompok Ternak Binaan DPC JAGATARA

Ahmad Fahmi menjelaskan, kelompok ternak tersebut merupakan kelompok binaan DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara yang dipersiapkan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif.

Pembinaan nantinya tidak hanya berfokus pada pemeliharaan bebek, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kemampuan anggota dalam mengelola usaha peternakan.

Mulai dari manajemen kelompok, pencatatan produksi, pemeliharaan ternak, kesehatan hewan, pakan hingga pemasaran hasil akan menjadi bagian dari proses pembinaan.

“Kita ingin kelompok ini nantinya mampu berdiri dan berkembang secara mandiri. Jadi pembinaannya bukan hanya soal ternaknya, tetapi juga bagaimana kelompok mengelola usaha, menjaga produksi dan memasarkan hasilnya,” katanya.

Koordinasi dengan DPP JAGATARA di Jakarta

Untuk memperkuat program, DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara juga akan melakukan koordinasi lintas pengurus dengan jajaran DPP JAGATARA di Jakarta.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang sinergi dengan berbagai pihak sekaligus memperkuat komunikasi dalam rangka pengembangan program kelompok ternak.

DPC JAGATARA Batu Bara juga berharap program tersebut nantinya dapat dikomunikasikan dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Namun, Ahmad Fahmi menegaskan bahwa rencana tersebut masih berada dalam tahap persiapan dan penjajakan.

“Kami akan berkoordinasi dengan DPP JAGATARA di Jakarta. Harapan kita, setelah konsep dan persyaratan kelompok kita siapkan, nantinya program ini bisa dikomunikasikan dengan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan. Tentunya semua tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sejalan dengan Tujuan JAGA NUSANTARA BERSAMA

Program kelompok ternak binaan tersebut juga sejalan dengan tujuan JAGA NUSANTARA BERSAMA, terutama dalam mendorong pengembangan potensi masyarakat, peningkatan kesejahteraan serta keterlibatan organisasi sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program strategis nasional.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan nyata berbasis sosial dan ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurut Ahmad Fahmi, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Organisasi dan kelompok masyarakat juga dapat mengambil peran melalui kegiatan produktif sesuai potensi daerah.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku. Dari kelompok ternak ini kita harapkan muncul usaha produktif, ada produksi pangan, ada perputaran ekonomi dan manfaat yang kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.

Survey lokasi kelompok ternak bebek binaan DPC JAGATARA BATUBARA. JOG
Ketua DPC JAGATARA Batu Bara Ahmad Fahmi Lubis bersama Aji Pratama melakukan survei lahan untuk persiapan kelompok ternak binaan pengembangan bebek petelur.

Dari Survei Lahan Menuju Program yang Terukur

Ahmad Fahmi menegaskan, survei lahan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari tahapan awal. Setelah itu, pihaknya akan melakukan pematangan konsep, penyusunan desain teknis kandang, penguatan kelompok serta koordinasi dengan tenaga ahli dan pihak pemerintah daerah.

Dengan melibatkan tenaga teknis dan penyuluh, DPC JAGATARA berharap program dapat disusun berdasarkan kajian yang lebih terukur sehingga risiko dalam pelaksanaannya dapat diminimalkan.

“Kita ingin semuanya dimulai dengan perencanaan. Lahan disurvei, desain kandang disiapkan, tenaga teknis kita libatkan, kelompok diperkuat, kemudian baru kita masuk ke tahapan berikutnya. Prinsipnya, jangan sampai program berjalan tanpa perencanaan,” tegas Ahmad Fahmi.

Ia berharap langkah tersebut dapat melahirkan kelompok ternak yang produktif, mandiri dan mampu berkembang dalam jangka panjang.

“Mudah-mudahan dari langkah kecil ini bisa lahir usaha peternakan yang besar manfaatnya. Kita ingin ada produksi pangan, ada peningkatan ekonomi masyarakat dan pada akhirnya ikut mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Dengan demikian, program kelompok ternak binaan DPC JAGATARA Kabupaten Batu Bara tidak hanya dipersiapkan dari sisi lahan dan ternak, tetapi juga diarahkan melalui perencanaan teknis, pendampingan tenaga ahli, keterlibatan penyuluh serta penyusunan detail engineering design kandang.

Rencana sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara maupun Kementerian Pertanian selanjutnya tetap akan melalui proses koordinasi dan mekanisme yang berlaku.

(Khang's)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama