![]() |
Aksi Nyata Hijaukan Pesisir, MPH Indonesia Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pantai Jono Batu Bara. |
BATU BARA — Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir, Yayasan Marwah Peci Hitam Indonesia (MPH Indonesia) memulai rangkaian program pelestarian lingkungan dengan melaksanakan aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Jono, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Sabtu (29/8/2026).
Mengusung tema besar "Aksi Nyata Hijaukan Pesisir Pantai", gerakan ini menjadi respons langsung atas kerentanan kerusakan lingkungan di pesisir Batu Bara, khususnya di kawasan Kuala Tanjung, yang saat ini menjadi pusat aktivitas industri yang cukup masif.
![]() |
| Keterangan Foto: Ketua Yayasan Marwah Peci Hitam Indonesia (MPH Indonesia), Danil Fahmi, SH., bersiap menanam bibit mangrove di Pantai Jono, Batu Bara, Sabtu (29/8). |
Ketua Yayasan MPH Indonesia, Danil Fahmi, SH., menyampaikan bahwa pemilihan Pantai Jono sebagai target program bukanlah tanpa alasan. Penanaman mangrove ini merupakan langkah strategis dan fokus perbaikan lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, mangrove memiliki peran vital dalam menopang ekosistem laut yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
"Pesisir pantai di wilayah Batu Bara, khususnya Kuala Tanjung, menjadi wilayah yang paling rentan kerusakannya mengingat tingginya aktivitas industri. Oleh karena itu, pelestarian mangrove menjadi fokus perbaikan berkelanjutan kami, mengingat kontribusinya yang sangat besar terhadap ekosistem laut, di mana sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupannya dari sana," ungkap Danil Fahmi di sela-sela kegiatan.
![]() |
| Keterangan Foto: Proses penanaman bibit mangrove oleh pengurus dan relawan MPH Indonesia dalam upaya menjaga kelestarian pesisir Pantai Jono. |
Selain menopang aspek ekologi dan ekonomi nelayan, Danil juga menyoroti pentingnya kelestarian pesisir bagi sektor pariwisata. Kabupaten Batu Bara memiliki potensi wisata bahari yang diandalkan. Kondisi pantai yang terjaga, lestari, dan asri merupakan syarat mutlak agar pariwisata pantai di daerah ini dapat terus bertahan dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Melalui aksi nyata ini, Marwah Peci Hitam Indonesia membawa pesan moral untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat agar mengambil peran aktif. MPH Indonesia berharap semua pihak dapat memberikan kontribusinya dalam sokongan dan penjagaan lingkungan khusus ekosistem laut dan pantai.
Dengan menggemakan tagline "Tanam Mangrove, Menjaga Marwah Alam", kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif yang berdampak luas.
"Kita ingin memberikan efek berantai kepada masyarakat, agar tetap tersadar bahwa menjaga alam pada hakikatnya adalah menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup diri sendiri serta keluarga kita," tegas Danil.
![]() |
| Keterangan Foto: Suasana hamparan pesisir Pantai Jono yang menjadi lokasi penanaman 1.000 bibit mangrove oleh MPH Indonesia. |
Aksi kepedulian lingkungan hari ini menargetkan penanaman 1.000 bibit mangrove siap tanam. Ke depannya, MPH Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal kelangsungan program ini agar berjalan secara berkesinambungan. Pihak yayasan juga akan terus mengedepankan keikutsertaan dan gotong royong masyarakat pesisir di dalam satu wadah perjuangan pelestarian bersama MPH Indonesia. (Red)




