BADAR.CO.ID | Media Online Berita Terkini

Bulan Sabit dan Venus Hiasi Langit Sumatera Utara, Fenomena Okultasi Jadi Sorotan

 

Penomena alam. Jpg
Bulan sabit tampak berdampingan dengan planet Venus di langit malam Sumatera Utara, Senin (14/9/2026), sekitar pukul 19.22 WIB, sesaat sebelum Venus mulai mengalami okultasi oleh Bulan dari wilayah Medan dan sekitarnya.

Batu Bara – Langit malam di Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, Senin (14/9/2026), menyuguhkan pemandangan astronomi yang menarik. Bulan sabit tampak berdekatan dengan Venus, menciptakan pasangan benda langit yang terlihat jelas dari arah barat setelah Matahari terbenam.

Pemandangan tersebut turut terekam dalam sebuah foto pada sekitar pukul 19.22 WIB, memperlihatkan Bulan sabit dengan titik cahaya terang di dekatnya. Titik terang tersebut bukan bintang biasa, melainkan planet Venus, yang dikenal sebagai salah satu objek paling terang di langit malam.

Fenomena ini bukan sekadar pertemuan visual. Pada tanggal yang sama, terjadi okultasi Venus oleh Bulan, yakni ketika dari perspektif pengamat di Bumi, piringan Bulan melintas di depan Venus sehingga planet tersebut untuk sementara tampak menghilang di balik Bulan. Observatorium Bosscha menyebut fenomena ini dapat diamati dari sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumatra. �

Dari Batu Bara, Venus Mulai Tertutup Sekitar 19.35 WIB

Khusus wilayah Medan dan sekitarnya, peristiwa tersebut diperkirakan mulai sekitar 19.35 WIB. Saat itu Bulan dan Venus berada sekitar 15,7 derajat di atas ufuk. Venus kemudian diperkirakan muncul kembali sekitar pukul 20.42 WIB, ketika posisinya sudah sangat rendah, sekitar 0,1 derajat di atas ufuk. �

Info Astronomy

Dengan demikian, foto yang diambil sekitar pukul 19.22 WIB dapat menjadi gambaran menarik tentang kondisi langit sesaat sebelum Venus mulai tertutup oleh Bulan.

Secara astronomis, peristiwa tersebut bukan berarti Bulan benar-benar mendekati atau menabrak Venus. Bulan berada jauh lebih dekat dengan Bumi, sedangkan Venus berada jutaan kilometer dari Bumi. Kedekatan keduanya hanya terjadi dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Langit Mengingatkan Manusia untuk Menengadah

Fenomena Bulan dan Venus malam itu seolah menghadirkan sebuah pesan sederhana: di tengah kesibukan kehidupan di bumi, langit tetap menyimpan peristiwa yang berjalan dengan ketepatan waktunya sendiri.

Bulan tidak perlu mengejar Venus. Venus pun tidak perlu mendekati Bulan. Keduanya hanya berada pada satu garis pandang yang sama, lalu dari bumi tampak seperti sedang berdampingan.

Di situlah keindahan astronomi—sesuatu yang terlihat dekat belum tentu benar-benar dekat, dan sesuatu yang tampak sederhana dapat menyimpan jarak serta proses yang luar biasa besar.

Fenomena okultasi Venus 14 September 2026 juga menjadi salah satu peristiwa langit yang menarik perhatian pengamat astronomi di Indonesia. Observatorium Bosscha bahkan menggelar pengamatan langsung secara daring pada malam tersebut. �

Bagi masyarakat yang sempat melihat Bulan sabit ditemani cahaya terang Venus malam ini, apa yang tampak sederhana di atas kepala sebenarnya merupakan salah satu pertunjukan alam yang cukup istimewa.


SPONSOR
Lebih baru Lebih lama