![]() |
| DAPUR MBG YAYASAN INSAN MANDIRI BERKEMAJUAN DINILAI PROFESIONAL DAN STANDAR, LSM GAMPKER: BANYAK YANG BELUM LENGKAP SYARAT |
KISARAN – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Insan Mandiri Berkemajuan, berlokasi di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, dinilai telah memenuhi seluruh standar operasional dan persyaratan teknis yang ditetapkan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asahan, Abdu Al Rasyid, SKM.
Dalam keterangannya kepada awak media, Abdu Al Rasyid menjelaskan bahwa pengelolaan di dapur ini berjalan sangat tertib, dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja serta standar kebersihan yang sangat tinggi.
"Pengelolaan dapur ini sangat tertib dengan mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kebersihan dengan sangat baik. Kami pastikan bahwa dapur ini memiliki persyaratan yang lengkap sesuai aturan yang berlaku," ujar Abdu Al Rasyid.
Komitmen Kebersihan dan Rekrutmen Lokal
Lebih jauh, Abdu menjelaskan bahwa kedisiplinan menjaga kebersihan bukan hanya sekadar rutinitas harian, melainkan sudah menjadi budaya di lokasi tersebut.
"Selain itu, setiap hari Sabtu kami selalu mengadakan kegiatan gotong royong bersama-sama untuk membersihkan seluruh area dapur agar tetap higienis dan layak pakai," tambahnya.
Tak hanya soal administrasi dan sanitasi, dalam hal perekrutan tenaga kerja, pihak pengelola juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan agar program pemerintah ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga lokal.
"Untuk pekerja di dapur MBG ini, kami mengutamakan rekrutmen dari warga setempat. Tujuannya selain memudahkan koordinasi, juga agar memberikan dampak ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitar," jelasnya.
Dengan kepatuhan terhadap syarat teknis, kedisiplinan tinggi, serta kepedulian sosial tersebut, diharapkan program Makan Bergizi Gratis ini dapat berjalan lancar, sehat, dan bermanfaat maksimal bagi seluruh penerima manfaat.
LSM GAMPKER Soroti Ketidaktegasan Satgas
Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM GAMPKER), Andri S.P., memberikan tanggapan terkait kondisi dapur MBG di Kabupaten Asahan.
Menurut Andri, standar yang diterapkan oleh Yayasan Insan Mandiri Berkemajuan seharusnya menjadi standar wajib bagi seluruh dapur yang beroperasi.
"Memang sudah seharusnya setiap Dapur Umum MBG atau SPPG yang ada melengkapi syarat teknis, seperti di antaranya SLHS, Sertifikat Halal, HACCP, IPAL dan sebagainya," tegas Andri, Rabu (09/4/2026).
Andri menegaskan prinsipnya: "Jika bersih, kenapa harus risih?". Artinya, jika pengelolaan dan administrasinya benar dan lengkap, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi atau dikhawatirkan.
Namun, kondisi ideal ini sayangnya belum terjadi di semua titik. Andri mengungkapkan dugaan kuat bahwa masih banyak dapur MBG atau SPPG lainnya di Asahan yang beroperasi namun belum melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang dipersyaratkan.
"Karena saat ini patut kami menduga masih banyak Dapur Umum MBG atau SPPG ini yang belum lengkap persyaratannya namun sudah berjalan atau beraktivitas. Kalau seperti ini yang terjadi, kita kembali pertanyakan kinerja Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG di Kabupaten Asahan ini," pungkas Andri dengan tegas.
Pernyataan ini menjadi sorotan tajam bagi kinerja pengawasan pemerintah daerah agar tidak ada kesenjangan atau perlakuan khusus antar pengelola, demi menjamin kualitas makanan yang sehat dan aman bagi masyarakat.
(Tim)
.jpg)
