Asahan – Suasana meriah, penuh warna, dan penuh semangat menyelimuti pentas seni malam keakraban dalam rangkaian kegiatan Jambore Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Asahan. Ajang yang menjadi wadah unjuk bakat, kreativitas, dan pelestarian budaya ini, sukses mempertemukan berbagai kontingen dari seluruh wilayah di Kabupaten Asahan, di mana salah satu yang paling mencuri perhatian dan mendapat sambutan luar biasa hangat dari penonton adalah penampilan istimewa dari Kontingen Kwartir Ranting (Kwaran) Kota Kisaran Barat.
Pentas seni dalam kegiatan jambore memiliki makna yang sangat mendalam dan menjadi salah satu momen paling ditunggu oleh seluruh peserta. Sebagai acara puncak malam keakraban, kegiatan ini tidak hanya sekadar pertunjukan hiburan semata, melainkan menjadi ajang strategis untuk menampilkan potensi terbaik, bakat terpendam, serta kekayaan budaya nusantara yang dibawa oleh para anggota Pramuka dari berbagai daerah. Di atas panggung, beragam karya seni dipersembahkan, mulai dari tarian tradisional khas daerah, pertunjukan musik, drama pendek yang mengandung pesan moral, pembacaan puisi, hingga berbagai pertunjukan seni kreatif lainnya yang sarat nilai edukasi.
Ketua Bidang Pentas Seni Jambore Kwarcab Asahan, Endang, dalam keterangannya saat kegiatan berlangsung menjelaskan bahwa penyelenggaraan pentas seni ini memiliki tujuan utama untuk mengembangkan potensi diri para peserta. Menurutnya, melalui panggung seni ini, para anggota Pramuka dilatih untuk berani tampil, mengasah bakat seni yang dimiliki, meningkatkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri yang tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana paling efektif untuk mempererat ikatan persaudaraan, kekompakan, dan rasa kebersamaan antar sesama peserta yang datang dari latar belakang dan wilayah yang berbeda di Kabupaten Asahan.
“Pentas Seni ini bertujuan mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri peserta serta mempererat persaudaraan. Sedangkan jenis penampilan meliputi tarian daerah, seni musik, drama pendek, puisi, dan pertunjukan seni kreatif lainnya. Kami ingin setiap peserta memiliki kesempatan untuk bersinar dan menunjukkan bahwa Pramuka tidak hanya tangguh di alam terbuka, tetapi juga memiliki jiwa seni yang tinggi dan cinta budaya bangsa,” ungkap Endang.
Di antara deretan penampilan menarik yang bergantian menghiasi panggung, Kontingen Kwaran Kota Kisaran Barat yang berada di bawah kepemimpinan Ketua Kwaran, Utomo, tampil sangat istimewa dan memukau. Dibimbing serta dilatih langsung oleh Andini Kanza dan Artika Hardianti, para peserta muda dari Kisaran Barat membawakan tarian berjudul “Joget Cinta Sakti”.
Penampilan tersebut disajikan dengan penuh semangat, gerakan yang luwes, serta kekompakan yang sangat baik antar penari. Nuansa budaya yang kental dibalut dengan energi positif yang terpancar dari wajah-wajah muda peserta, berhasil membuat suasana panggung menjadi sangat hidup. Irama musik yang menggembirakan berpadu serasi dengan gerakan tarian yang enerjik, membawa seluruh penonton yang memadati lokasi acara ikut larut dalam kebahagiaan.
Ketua Kwaran Kota Kisaran Barat, Utomo, mengaku sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras seluruh anggota kontingennya. Ia menceritakan bahwa persiapan untuk penampilan ini dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan latihan yang tidak terlalu sering dilakukan. Namun, berkat semangat juang yang tinggi, kedisiplinan, dan antusiasme para peserta, hasil yang ditampilkan justru jauh melampaui ekspektasi.
“Alhamdulillah tampilan adik-adik sudah maksimal meski hanya beberapa kali latihan, tapi dengan semangatnya mereka bisa tampil sempurna di depan teman-temannya. Saya sangat bangga melihat keberanian dan kekompakan mereka. Ini adalah bukti bahwa semangat Pramuka mampu mengalahkan segala keterbatasan. Mereka tidak hanya berlatih menari, tetapi juga belajar bekerja sama, disiplin, dan menghargai hasil karya,” ujar Utomo dengan nada haru dan bahagia usai penampilan.
Pantauan di lokasi kegiatan menunjukkan bahwa penampilan “Joget Cinta Sakti” dari Kwaran Kota Kisaran Barat menjadi salah satu sorotan utama malam itu. Mulai dari awal penampilan hingga berakhirnya tarian, panggung selalu disambut dengan riuh rendah tepuk tangan, sorak sorai, dan pujian dari para penonton yang terdiri dari sesama peserta jambore, pembina, undangan, serta panitia. Keindahan gerakan, kostum yang rapi, dan ekspresi penari dinilai mampu membawa pesan kebudayaan yang indah ke hadapan seluruh elemen Pramuka Asahan.
Keberhasilan penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka, khususnya di wilayah Kota Kisaran Barat, terus berupaya membentuk anggotanya menjadi manusia yang utuh. Selain dibekali dengan kemampuan kepramukaan, keterampilan alam, dan kedisiplinan, para anggota juga terus didorong untuk mencintai, melestarikan, dan menampilkan budaya daerah serta seni bangsa di berbagai kesempatan.
Momen pentas seni ini pun semakin memperkuat ikatan persaudaraan antar kwartir ranting se-Kabupaten Asahan, sekaligus menjadi kenangan manis yang tak terlupakan dalam sejarah penyelenggaraan Jambore Kwarcab Asahan tahun ini. Penampilan Kontingen Kwaran Kisaran Barat menjadi contoh inspiratif bagi kontingen lain, bahwa dengan semangat, kerja sama, dan cinta budaya, setiap panggung akan menjadi tempat bersinar yang membanggakan. (Mr.wong)


