![]() |
| Sekretaris Jenderal IPPMB, Gustira Sayuti, menyoroti maraknya dugaan peredaran narkoba di Kabupaten Batu Bara dan mendorong penegakan hukum yang lebih maksimal dari Polres Batu Bara. |
BATU BARA – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi sorotan utama dan menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Aktivitas perdagangan barang haram itu dinilai semakin marak dan menyebar ke sejumlah titik di berbagai kecamatan, sehingga dianggap telah mengancam keamanan, ketertiban, serta masa depan generasi muda sebagai aset berharga daerah ini.
Kondisi inilah yang kemudian mendorong Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Batu Bara (IPPMB) untuk angkat bicara. Sekretaris Jenderal organisasi tersebut, Gustira Sayuti, menilai bahwa upaya pemberantasan yang dilakukan oleh jajaran Polres Batu Bara hingga saat ini masih belum berjalan secara maksimal dan belum menyentuh akar permasalahan.
Menurut Gustira, informasi yang berkembang di masyarakat maupun pengamatan langsung menunjukkan bahwa peredaran narkotika masih berlangsung cukup bebas. Masih banyak warga yang kerap melihat atau mendengar adanya aktivitas transaksi maupun penyalahgunaan zat adiktif tersebut di lingkungan tempat tinggal maupun area keramaian.
Fenomena ini, kata dia, menjadi indikator bahwa penanganan yang ada selama ini belum cukup efektif. Penindakan yang dilakukan dinilai masih bersifat parsial dan belum mampu memutus mata rantai jaringan pengedar yang diduga telah beroperasi secara sistematis.
“Kami melihat persoalan narkoba di Kabupaten Batu Bara sudah sangat mengkhawatirkan. Penindakan dan pemberantasannya harus dilakukan lebih cepat, tegas, dan menyentuh sampai ke akar jaringan peredarannya. Jangan hanya menangani pengguna atau pengedar kecil, tetapi pemasok utamanya juga harus dibongkar habis,” ujar Gustira Sayuti dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Gustira yang mewakili suara generasi muda Batu Bara menyampaikan bahwa narkoba bukan lagi sekadar masalah hukum, melainkan sudah menjadi bencana sosial yang berpotensi merusak tatanan kehidupan masyarakat. Jika dibiarkan terus berlanjut, dampaknya akan sangat luas, mulai dari meningkatnya angka kriminalitas, rusaknya generasi penerus, hingga menurunkan citra dan daya saing daerah.
Ia pun meminta Kapolres Batu Bara beserta seluruh jajarannya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi dan langkah penindakan yang selama ini diterapkan. Pihak kepolisian diharapkan mampu meningkatkan kinerja, memperkuat pengawasan, serta mempercepat pengungkapan kasus-kasus baru yang teridentifikasi.
“Kami berharap Kapolres dan jajaran dapat meningkatkan kinerja secara signifikan. Masyarakat butuh bukti nyata, bukan hanya sekadar laporan atau rilis pengungkapan kasus sesekali. Kami ingin melihat perubahan, di mana lingkungan kita menjadi benar-benar bersih dari peredaran barang haram ini,” tambahnya.
Gustira juga mengingatkan agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan tidak membedakan status atau latar belakang dalam menangani kasus narkoba. Ia menekankan bahwa penindakan harus dilakukan tanpa pandang bulu, baik terhadap pengedar skala kecil maupun bandar besar yang menjadi otak peredaran.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum. Kami berharap aparat kepolisian mampu menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberantas narkoba. Jika perlu, bentuk tim khusus atau lakukan operasi besar-besaran secara rutin agar para pelaku jera dan tidak berani lagi beroperasi di wilayah ini,” tegasnya.
Selain mendorong peran aktif kepolisian, Gustira juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab aparat semata. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh agama, pendidik, hingga keluarga, untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pencegahan.
Ia menyebutkan bahwa edukasi tentang bahaya narkoba harus terus digencarkan, terutama di lingkungan sekolah dan tempat berkumpulnya pemuda. Pengetahuan yang cukup tentang dampak buruk narkoba diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan utama bagi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perangkap barang haram tersebut.
“Peran keluarga juga sangat krusial. Orang tua harus lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka. Jangan sampai anak kita menjadi korban atau bahkan pelaku dari peredaran narkoba ini,” jelas Gustira.
Sebagai organisasi yang menaungi pemuda dan pelajar di Batu Bara, IPPMB menyatakan kesiapannya untuk menjadi bagian dari solusi. Organisasi ini siap berkolaborasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya dalam menyusun program-program pencegahan, kampanye anti-narkoba, hingga memberikan informasi apabila menemukan indikasi aktivitas yang mencurigakan.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Kami dari IPPMB siap mendukung setiap gerakan dan upaya pencegahan narkoba demi menyelamatkan generasi muda Batu Bara. Mari kita bergandengan tangan, bersatu padu memerangi narkoba sampai ke akar-akarnya,” tutup Gustira.
Seruan ini mendapatkan respons positif dari sejumlah elemen masyarakat. Seorang tokoh pemuda di Kecamatan Lima Puluh, Rudi Hartono, menyatakan bahwa ia sependapat dengan penilaian IPPMB. Menurutnya, meskipun polisi sesekali mengumumkan pengungkapan kasus, namun peredaran narkoba seolah tidak pernah berhenti dan selalu muncul kembali di tempat lain.
“Memang terasa belum maksimal. Kita sering dengar ada penangkapan, tapi barangnya tetap beredar. Ini menunjukkan jaringannya masih kuat dan butuh penanganan yang lebih serius,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Talawi, Sri Wahyuni, juga menyampaikan kekhawatiran yang sama. Ia mengaku kerap mendengar laporan bahwa beberapa siswa terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari semua pihak.
“Di lingkungan pendidikan, kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan, namun jika lingkungan luar masih membebaskan peredaran, maka upaya kami akan menjadi sia-sia. Kami berharap polisi benar-benar membersihkan wilayah ini dari narkoba,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari jajaran Polres Batu Bara terkait penilaian dan seruan yang disampaikan oleh IPPMB tersebut. Masyarakat pun menantikan langkah nyata yang akan diambil aparat penegak hukum untuk menjawab keresahan yang berkembang dan mewujudkan Kabupaten Batu Bara yang benar-benar bersih dari narkoba demi masa depan yang lebih baik.

