Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun Radar Berita Indonesia, serta konfirmasi melalui laporan warga dan pesan berantai yang beredar luas di masyarakat maupun grup pesan instan sekitar pukul 18.44 WIB, gangguan dipastikan bersumber dari terputusnya koneksi sistem jaringan transmisi utama yang menghubungkan wilayah Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah. Titik kritis terjadinya kerusakan dan pemutusan arus tersebut teridentifikasi berada di jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV di kawasan Rumai, Muaro Bungo, Provinsi Jambi, yang menjadi tulang punggung penyaluran daya listrik antar wilayah di pulau ini.
Akibat peristiwa pemutusan aliran listrik antarsistem tersebut, dampak langsung yang paling parah dirasakan di wilayah Sumatera Bagian Utara yang mengalami pemadaman total serentak. Wilayah-wilayah yang dipastikan seluruhnya atau sebagian besar tidak berlistrik meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Provinsi Riau. Sementara itu, laporan warga juga mulai berdatangan menyebutkan gangguan yang sama atau pemadaman sebagian juga terjadi di wilayah Sumatera Bagian Selatan, mencakup sebagian besar kawasan di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, hingga Bengkulu, meskipun dampaknya tidak seluas wilayah utara.
Kondisi ini membuat suasana malam di ribuan desa, kecamatan, hingga ibu kota provinsi menjadi hening dan gelap. Di kota-kota besar seperti Medan, Pekanbaru, Padang, dan Banda Aceh, lampu jalan yang seharusnya menerangi jalur lalu lintas mati sepenuhnya, menyebabkan jalanan menjadi gelap dan berisiko tinggi kecelakaan. Pusat perbelanjaan, pasar, rumah makan, hingga perkantoran terpaksa menghentikan operasionalnya mendadak. Warga yang sedang memasak, beribadah, bekerja, maupun belajar harus berhenti seketika dan beralih menggunakan penerangan darurat seperti lampu senter, lilin, atau lampu cadangan.
“Saya baru saja mau menyalakan kompor listrik untuk memasak makan malam, tiba-tiba lampu mati semua. Di luar rumah juga gelap total, tidak ada satu pun lampu jalan yang menyala. Hp saya juga belum diisi daya, sempat panik juga karena tidak tahu apa yang terjadi,” ungkap Rahmat, warga Kabupaten Batu Bara yang tinggal di kawasan Lima Puluh, kepada wartawan.
Keluhan serupa datang dari berbagai daerah. Di Pekanbaru, pedagang di pasar malam mengaku rugi karena harus menutup lapak lebih awal dan barang dagangan yang membutuhkan pendingin berisiko rusak. Di Padang, fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit bergegas menyalakan generator cadangan agar pelayanan medis tetap berjalan, meskipun kapasitasnya terbatas. Di Aceh, jalur perbatasan antar kecamatan yang biasanya ramai lalu lintas menjadi sepi dan berbahaya karena minim pencahayaan.
Berdasarkan pemberitahuan sementara yang disebarkan melalui saluran resmi dan media sosial, status sistem kelistrikan Sumatera saat ini tercatat:
✅ Pukul 18.44 WIB: Sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah total akibat gangguan.
✅ Wilayah Sumatera Bagian Utara mengalami pemadaman total menyeluruh.
✅ Titik gangguan utama: Jaringan Transmisi 275 kV Rumai – Muaro Bungo, Jambi.
✅ Wilayah terdampak utama: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau.
✅ Wilayah terdampak sebagian: Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu.
Pihak pengelola kelistrikan melalui pernyataan resminya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan, gangguan, dan kerugian yang dialami seluruh pelanggan dan masyarakat akibat kejadian yang tidak diinginkan ini. “Kami sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi dan memohon maaf sebesar-besarnya. Gangguan ini merupakan kejadian luar biasa pada sistem transmisi utama, bukan akibat pemeliharaan terjadwal,” bunyi keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Saat ini, tim teknis dan satuan kerja pemeliharaan kelistrikan dari berbagai wilayah sedang dikerahkan menuju lokasi gangguan di Muaro Bungo untuk melakukan pengecekan mendalam, menemukan penyebab pasti kerusakan, serta segera melakukan perbaikan dan penyambungan kembali jaringan yang terputus. Seluruh sumber daya manusia dan peralatan pendukung telah diaktifkan sepenuhnya dalam status siaga darurat guna mempercepat pemulihan arus listrik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada perkiraan waktu pasti kapan aliran listrik akan pulih kembali sepenuhnya di seluruh wilayah terdampak. Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tetap tenang, berhati-hati di jalan raya, mengamankan peralatan elektronik, dan tidak melakukan aktivitas berisiko saat kondisi gelap. Informasi perkembangan perbaikan dan pemulihan pasokan listrik akan terus disampaikan secara berkala melalui media massa dan saluran komunikasi resmi.
Kejadian ini menjadi peringatan besar akan pentingnya keandalan infrastruktur kelistrikan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian di Pulau Sumatera. Ketergantungan tinggi masyarakat terhadap listrik membuat gangguan sekecil apa pun, apalagi yang berskala besar seperti ini, berdampak luas pada berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, keamanan, kesehatan, hingga kenyamanan dasar warga.
Masyarakat di seluruh Sumatera kini menantikan kabar baik dan percepatan kerja tim teknis agar lampu-lampu dapat kembali menyala, aktivitas berjalan normal kembali, dan ketenangan pulih sepenuhnya di tengah keluarga masing-masing.

