BATU BARA, SUMATERA UTARA – Sebuah kapal tangkap ikan yang dimodifikasi untuk mengangkut wisatawan luar Kabupaten Batubara melaporkan karam di perairan sekitar Pulau Salah Nama pada Senin (22/03/2026) sekitar pukul 14.54 WIB. Peristiwa ini diduga terjadi akibat kapal membawa muatan melebihi kapasitas yang ditentukan, namun pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab lainnya.
Meskipun kapal mengalami kecelakaan, berkat kerja sama antara awak kapal, masyarakat sekitar, dan tim evakuasi yang cepat merespon, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Alhamdulillah, seluruh puluhan penumpang yang berada di atas kapal berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke daratan. Beberapa di antaranya mengalami kondisi kesehatan tidak baik dan langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit yang ada di Kabupaten Batubara.
Kecelakaan Terjadi Akibat Diduga Kelebihan Muatan
Kapal yang biasanya beroperasi sebagai kapal tangkap ikan tersebut digunakan untuk mengangkut wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Salah Nama, salah satu destinasi wisata alam yang sedang populer di Kabupaten Batubara. Menurut informasi awal yang diterima, kapal tersebut membawa puluhan penumpang – jumlah yang diperkirakan melebihi kapasitas aman yang seharusnya ditampung.
“Kami menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.15 WIB dan langsung mengambil tindakan cepat. Tim evakuasi bersama dengan unsur kepolisian serta dinas kelautan dan perikanan segera dikirim ke lokasi kejadian untuk membantu proses penyelamatan,” ujar Bupati Kabupaten Batubara, H. Baharuddin Siagian, yang langsung turun ke lapangan bersama jajaran pemerintah daerah.
Setelah menerima kabar bahwa para penumpang akan tiba di Pelabuhan Tanjung Tiram, Bupati Baharuddin bersama Kapolres Kabupaten Batubara, AKBP Doly Nelson H.H Nainggolan SH M.H, serta sejumlah Pejabat Jajaran Umum (PJU) mengadakan diri di pelabuhan untuk menyambut langsung kedatangan para wisatawan yang selamat dari kejadian tersebut. Mereka tidak hanya menyampaikan rasa lega atas keselamatan semua orang, tetapi juga memberikan dukungan serta bantuan yang dibutuhkan.
Bupati dan Kapolres Langsung Berikan Bantuan Kepada Para Korban
Setibanya para wisatawan di Pelabuhan Tanjung Tiram, mereka disambut dengan suasana yang penuh perhatian dan kepedulian. Bupati Baharuddin beserta Kapolres langsung memberikan semangat serta menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang mereka alami. Tak hanya itu, pihak pemerintah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk membantu para korban.
“Kami telah menyediakan nasi bungkus dan air hangat untuk mereka yang sudah pasti merasa lelah setelah mengalami kejadian tersebut. Selain itu, untuk yang mengalami sakit atau kondisi kesehatan tidak baik, kami langsung mengantarnya ke rumah sakit terdekat di Kabupaten Batubara untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat,” jelas Bupati Baharuddin.
Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga menyediakan bus untuk mengantar para wisatawan yang berasal dari luar Kabupaten Batubara kembali ke tempat tinggal masing-masing. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian penuh dari pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kenyamanan para wisatawan yang telah mengalami kejadian tidak diinginkan saat berlibur di wilayahnya.
Kapolres Batubara, AKBP Doly Nelson H.H Nainggolan, menambahkan bahwa tim penyelidikan telah segera bekerja untuk mengklarifikasi penyebab pasti dari kejadian karam tersebut. “Saat ini, dugaan utama adalah kelebihan muatan yang menyebabkan kapal tidak stabil dan akhirnya karam. Namun, kami tidak akan berhenti di dugaan semata – tim penyelidikan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal, awak, serta semua faktor yang mungkin menjadi penyebab kejadian ini agar dapat mengambil langkah antisipasi di masa depan,” ujarnya.
Para Korban Mengucapkan Terima Kasih Atas Bantuan Pemerintah
Salah satu wisatawan yang menjadi korban kejadian, yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak pemerintah Kabupaten Batubara, terutama Bupati dan Kapolres yang telah memberikan perhatian penuh.
“Kami sangat bersyukur karena semua orang selamat dari kejadian ini. Padahal saat itu kami benar-benar merasa khawatir, namun berkat bantuan dari awak kapal dan masyarakat sekitar, kami bisa selamat sampai di daratan. Dan yang membuat kami sangat terharu adalah Bupati dan Kapolres langsung menyambut kami, memberikan makan dan minum, bahkan menyediakan fasilitas kesehatan serta bus untuk mengantar kami pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya dengan suara yang masih sedikit gemetar akibat efek kejadian.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun mengalami kejadian yang menakutkan, kesediaan dan kepedulian dari pemerintah daerah membuat mereka merasa aman dan dihargai. “Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, namun jika ada kesempatan, kami masih ingin berkunjung lagi ke Kabupaten Batubara karena keramahan masyarakat dan perhatian pemerintah yang luar biasa,” tambahnya.
Pemerintah Siapkan Langkah Preventif untuk Mencegah Kejadian Serupa
Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah dalam mengelola pariwisata di perairan Kabupaten Batubara. “Kami akan segera melakukan evaluasi terhadap semua kapal yang digunakan untuk transportasi wisatawan di wilayah ini. Pemeriksaan keamanan dan pengecekan kapasitas kapal akan menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Kepolisian untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap operasional kapal yang beroperasi di perairan Kabupaten Batubara. Pelatihan keselamatan bagi awak kapal dan penyedia informasi yang jelas kepada wisatawan tentang protokol keamanan juga akan menjadi bagian dari langkah preventif yang akan diambil.
“Kabupaten Batubara memiliki potensi pariwisata alam yang luar biasa, terutama di sektor kelautan. Kami ingin menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung. Oleh karena itu, segala upaya akan kami lakukan untuk memastikan keselamatan setiap orang yang berkunjung ke sini,” tegas Bupati Baharuddin.
Sampai saat ini, para korban yang mengalami luka ringan dan trauma telah mendapatkan penanganan medis yang memadai. Beberapa di antaranya telah pulang ke rumah masing-masing, sementara yang lainnya masih menjalani pengamatan lebih lanjut di rumah sakit. Pihak kepolisian juga masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh faktor yang menyebabkan kejadian karam tersebut agar dapat mengambil tindakan hukum yang sesuai jika ditemukan adanya kelalaian dari pihak manapun.

