BADAR.CO.ID

64 Penumpang Wisatawan dan ABK Berhasil Dievakuasi Polairud Tanjung Tiram, Kapal Nelayan Karam di Perairan Pulau Salah Namo

64 Penumpang Wisatawan dan ABK Berhasil Dievakuasi Polairud Tanjung Tiram, Kapal Nelayan Karam di Perairan Pulau Salah Namo
64 Penumpang Wisatawan dan ABK Berhasil Dievakuasi Polairud Tanjung Tiram, Kapal Nelayan Karam di Perairan Pulau Salah Namo.

 

BATU BARA, SUMATERA UTARA – Personel Polisi Air dan Udara (Polairud) Tanjung Tiram berhasil mengevakuasi sebanyak 64 orang penumpang kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin dan akhirnya karam di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batu Bara, pada Senin (23/3/2026). Seluruh penumpang dalam kondisi sehat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada sore hingga dini hari tersebut.

Peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB, ketika personel Polairud menerima laporan mengenai adanya kapal nelayan yang mengalami gangguan berat pada mesinnya dalam perjalanan menuju Pulau Salah Namo. Akibat kerusakan mesin yang tidak dapat diperbaiki secara darurat, air laut mulai masuk ke dalam ruang kapal sehingga para penumpang terpaksa mengungsikan diri dan berlindung di pesisir pulau.

“Setelah mendapatkan informasi, kami segera menyusun langkah penanganan. Mengingat kondisi lokasi yang cukup jauh dan faktor waktu, kami memutuskan untuk menyewa dua unit kapal milik nelayan setempat untuk segera menuju lokasi kejadian,” ujar salah satu petugas Polairud yang terlibat dalam operasi evakuasi.

Personel Polairud berangkat menuju lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah melakukan perjalanan laut selama beberapa waktu, mereka tiba di lokasi dan menemukan bahwa unit kapal nelayan tersebut telah dalam kondisi karam. Namun demikian, seluruh penumpang telah berhasil mencapai pantai Pulau Salah Namo dan dalam keadaan selamat.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dengan menggunakan kedua kapal penyewa. Perjalanan laut pulang memakan waktu cukup lama akibat jarak dan kondisi perairan yang perlu diperhatikan secara cermat. Akhirnya, seluruh penumpang berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Tiram sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Kedatangan para penumpang langsung disambut oleh unsur Forkopimda Kabupaten Batu Bara, antara lain Bupati Batu Bara, Kapolres Batu Bara, perwakilan Danlanal Tanjung Tiram, pejabat utama Polres Batu Bara, serta personel Polsek Labuhan Ruku. Sebagai bentuk kepedulian, pihak berwenang memberikan bantuan berupa makanan, minuman, serta upah-upah kepada seluruh penumpang yang terdampar.

Diketahui bahwa 64 orang penumpang yang dievakuasi terdiri dari dua rombongan wisatawan asal Medan dan Pekanbaru, serta dua orang anak buah kapal (ABK). Setelah dilakukan pemeriksaan singkat, seluruhnya dipastikan dalam kondisi fisik yang baik.

“Kami sangat bersyukur karena seluruh penumpang selamat. Tim kerja dari berbagai instansi telah bekerja sama dengan baik untuk menangani situasi ini,” ujar Bupati Batu Bara dalam sambutan saat menyambut kedatangan para penumpang.

Setelah melalui proses pendataan dan dokumentasi, para penumpang wisatawan kemudian dipulangkan ke daerah masing-masing menggunakan bus yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara maupun kendaraan pribadi yang telah disiapkan keluarga atau pihak terkait.

Sementara itu, kedua ABK kapal telah dimintai keterangan oleh personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu Bara. Keterangan tersebut akan digunakan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kerusakan mesin dan kondisi kapal sebelum berlayar.

Dalam kesempatan yang sama, Polres Batu Bara mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya mereka yang akan melakukan perjalanan wisata atau aktivitas di laut. “Kami mengimbau agar setiap pihak yang akan berlayar memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak beroperasi, memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan, serta memperhatikan prakiraan cuaca dan kondisi perairan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang,” jelas Kapolres Batu Bara.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti kerja sama yang sinergis antara berbagai instansi dan elemen masyarakat setempat, yang akhirnya mampu menyelamatkan seluruh nyawa yang terlibat tanpa adanya korban jiwa.

 (Khang's)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama