BADAR.CO.ID

Kabar Duka: Michael Bambang Hartono, Sosok Pengusaha Visioner dan Tokoh Olahraga Indonesia, Wafat di Singapura

Kabar Duka: Michael Bambang Hartono, Sosok Pengusaha Visioner dan Tokoh Olahraga Indonesia, Wafat di Singapura
Kabar Duka: Michael Bambang Hartono, Sosok Pengusaha Visioner dan Tokoh Olahraga Indonesia, Wafat di Singapura.

 

MEDAN, SUMATERA UTARA – Dunia bisnis dan olahraga Indonesia merasakan kehilangan besar dengan wafatnya Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Grup PT Djarum dan tokoh penting dalam perkembangan industri nasional. Pria yang akrab disapa Michael Hartono ini meninggal di Singapura pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu setempat, pada usia 85 tahun (lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1941).

Kabar duka ini resmi dikonfirmasi oleh Corporate Communication Manager PT Djarum Budi Darmawan melalui pesan resmi yang diterima redaksi pada hari yang sama. "Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujarnya secara tegas. Beliau juga menyampaikan bahwa informasi mengenai lokasi rumah duka dan jadwal pemakaman akan diumumkan kemudian seiring dengan keputusan keluarga, serta meminta doa yang terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Perjalanan Bisnis: Dari Usaha Lokal hingga Konglomerasi Global

Michael Bambang Hartono lahir sebagai putra dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan rokok Djarum yang berdiri pada tahun 1951. Setelah ayahnya wafat pada tahun 1963, ia bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, mengambil alih pengelolaan perusahaan dan membawa Djarum berkembang pesat dari usaha lokal menjadi salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan kedua bersaudara ini, Djarum tidak hanya bertahan di tengah dinamika industri tembakau yang penuh tantangan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga ke beberapa negara di kawasan Asia dan dunia. Perusahaan bahkan pernah menunjukkan ketangguhan dengan bangkit kembali dari kebakaran besar yang sempat menghancurkan sebagian fasilitas produksi pada masa awal perkembangannya.

Pada akhir 1990-an, pasca krisis finansial Asia 1997–1998, Grup Djarum melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi saham mayoritas Bank Central Asia (BCA). Sejak itu, BCA berkembang menjadi bank swasta terbesar di Indonesia dengan aset yang terus tumbuh dan fokus pada inovasi layanan perbankan digital serta layanan ritel yang menjangkau seluruh pelosok negara. Transformasi BCA menjadi contoh sukses restrukturisasi sektor perbankan nasional pasca krisis.

Selain bisnis rokok dan perbankan, Michael bersama saudaranya mengembangkan portofolio usaha ke berbagai sektor strategis. Pada tahun 1970-an, mereka memperluas ke bidang elektronik melalui PT Hartono Electronic, yang kini dikenal dengan merek Polytron. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi salah satu produsen elektronik lokal terkemuka dengan produk yang mencakup televisi, kulkas, perangkat elektronik rumah tangga, hingga kendaraan listrik yang diluncurkan pada tahun 2023 dan 2025. Selain itu, grup usaha juga memiliki kepemilikan di bidang properti, agribisnis, investasi teknologi, furnitur (melalui PT Ligna Furniture), bahan bangunan, dan restoran.

Kekayaan yang diperoleh dari bisnis-bisnis ini membuat Hartono bersaudara secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dan dunia. Menurut data terbaru sebelum wafatnya, kombinasi kekayaan kedua bersaudara mencapai puluhan miliar dolar AS, menjadikan mereka sebagai salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di negara ini.

Kontribusi Olahraga: Pendukung dan Atlet Berprestasi Cabang Bridge

Selain di dunia bisnis, Michael Bambang Hartono dikenal luas sebagai penggemar dan pelopor cabang olahraga kartu bridge di Indonesia. Kecintaannya pada olahraga ini dimulai sejak masa muda, dan bagi almarhum, bridge bukan hanya sekadar permainan, melainkan simulasi dunia bisnis yang membutuhkan analisis mendalam, pengambilan keputusan tepat waktu, serta kerja sama tim.

Beliau berjasa besar dalam memasukkan cabang olahraga bridge ke dalam ajang Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang. Upayanya yang gigih selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil ketika bridge diakui sebagai cabang olahraga resmi dalam ajang tersebut. Lebih menginspirasi lagi, pada usia 78 tahun, almarhum sendiri turut bertanding sebagai atlet Indonesia dan berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk negara dalam nomor super mixed team.

Bonus medali senilai Rp 50 juta yang diterimanya dari pemerintah saat itu langsung disumbangkan kembali untuk program pembinaan olahraga bridge di tingkat pemuda dan pelatihan atlet muda, menunjukkan dedikasinya yang tulus terhadap pengembangan olahraga nasional. Selain itu, almarhum juga aktif mendirikan berbagai klub dan ajang kompetisi bridge untuk meningkatkan kualitas atlet Indonesia di kancah internasional.

Profil Pendidikan dan Karakter

Michael Bambang Hartono menempuh pendidikan dasar dan menengah di Kudus, Jawa Tengah, sebelum melanjutkan studi ke Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Pendidikan ekonomi yang ditempuhnya menjadi landasan kuat dalam mengelola dan mengembangkan bisnis keluarga dengan prinsip yang terstruktur dan berkelanjutan.

Di luar aktivitas bisnis dan olahraga, almarhum dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan fokus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia di perusahaan serta komunitas sekitar. Banyak program pengembangan kerja dan keterampilan yang digulirkan di bawah pimpinan almarhum untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan masyarakat lokal di wilayah operasional perusahaan.

Kabar wafatnya Michael Bambang Hartono telah mendapatkan ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, dunia bisnis, hingga komunitas olahraga Indonesia. Presiden Republik Indonesia dalam siaran persnya menyampaikan bahwa almarhum adalah sosok pengusaha yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi nasional dan pembangunan sektor usaha dalam negeri.(***)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama