![]() |
| INSPEKTORAT KABUPATEN BATU BARA GENCAR KEMBALI GALAKAN COACHING CLINIC SETIAP SELASA-JUMAT |
BATU BARA - BADAR.CO.ID – Kepala Inspektorat Kabupaten Batu Bara, Hasrul Irfan, S.Kom., M.M., terus menggalakkan program Coaching Clinic yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat untuk melayani seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam berbagai permasalahan terkait pelaksanaan tugas pemerintahan. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Inspektorat berlokasi di Desa Mangkai Baru, Kecamatan Lima Puluh ini difokuskan pada diskusi, pendampingan, serta deteksi dini terhadap berbagai potensi hambatan dan risiko dalam penyelenggaraan pemerintahan, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan visi besar "Batu Bara Bahagia".
Tak hanya itu, Inspektorat Daerah Kabupaten Batu Bara juga melaksanakan kegiatan tambahan berupa e-Review Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Kabupaten Batu Bara Tahun 2025-2026, yang diikuti oleh seluruh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) se-Kabupaten Batu Bara. Kegiatan ini disampaikan secara resmi kepada awak media dari badar.co.id pada Senin (30/3/2026) di ruang kerja Kepala Inspektorat, dengan semangat yang sama untuk membawa perubahan nyata dan membangun Kabupaten Batu Bara yang makmur dan harmonis sesuai dengan semangat "Batu Bara Bahagia".
Dalam Keterangannya, Hasrul Irfan menjelaskan bahwa Coaching Clinic yang digalakkan kembali secara intensif ini bertujuan untuk memberikan layanan pembinaan dan konsultasi yang proaktif kepada setiap OPD. Melalui jadwal tetap setiap hari Selasa dan Jumat, aparatur pemerintah dapat dengan mudah mengakses bantuan teknis terkait dengan implementasi kebijakan, tata kelola administrasi, serta pengelolaan program pemerintah.
“Kegiatan Coaching Clinic ini bukan hanya untuk menangani masalah yang sudah terjadi, tetapi lebih fokus pada deteksi dini dan pencegahan berbagai potensi penyimpangan,” ujar Hasrul Irfan kepada awak media. “Kita ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh perangkat daerah sesuai dengan kaidah hukum dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, karena hal ini adalah pondasi penting untuk mewujudkan 'Batu Bara Bahagia' yang kita cita-citakan bersama.”
Selain itu, Inspektorat juga gencarkan kembali program monitoring penutupan kas yang dilakukan secara pertriwulan di setiap OPD. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap temuan inspeksi dapat ditindaklanjuti dengan tepat waktu dan menghasilkan perbaikan yang nyata dalam sistem pengendalian intern pemerintah daerah.
“Monitoring pertriwulan menjadi bentuk implementasi dari komitmen kita untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan,” jelasnya. “Kita tidak hanya melakukan inspeksi, tetapi juga memastikan bahwa setiap rekomendasi yang diberikan dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Semua ini kita lakukan untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan dengan baik dan seluruh masyarakat merasakan manfaatnya – ini adalah esensi dari 'Batu Bara Bahagia'.”
Selain Coaching Clinic, kegiatan e-Review Rancangan Akhir Renstra Perangkat Daerah Tahun 2025-2026 menjadi sorotan utama dalam rangka menyelaraskan program kerja seluruh OPD dengan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batu Bara. Menurut Hasrul Irfan, dokumen Rencana Strategis (Renstra) merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang tidak bisa dianggap remeh, terutama karena setiap isi dari Renstra erat kaitannya dengan upaya mewujudkan "Batu Bara Bahagia".
“Renstra tidak hanya menjadi pedoman arah kebijakan masing-masing perangkat daerah, tetapi juga mencerminkan komitmen kita dalam mencapai visi dan misi Bupati Batu Bara yang telah dituangkan dalam RPJMD,” tegasnya. “Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memastikan bahwa setiap Renstra yang disusun oleh OPD memiliki dasar yang kuat dan selaras dengan arah pembangunan daerah secara keseluruhan, dengan tujuan akhir untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi terwujudnya 'Batu Bara Bahagia'.”
Lebih lanjut, Hasrul Irfan menekankan pentingnya keterpaduan, integrasi, dan sinkronisasi antar program dan kegiatan perangkat daerah. Menurutnya, hal ini sangat diperlukan untuk menciptakan perencanaan yang sinergis dan efektif, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks seiring dengan perkembangan zaman.
“Tanpa adanya sinkronisasi yang baik, kita berisiko mengalami tumpang tindih program atau bahkan terjadinya duplikasi anggaran yang tidak perlu,” jelasnya. “Melalui e-Review ini, kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dilaksanakan oleh OPD saling mendukung dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan daerah secara keseluruhan. Setiap langkah yang kita tempuh haruslah membawa manfaat bagi masyarakat, karena hanya dengan kesejahteraan rakyat yang merata, kita bisa benar-benar mengatakan bahwa 'Batu Bara Bahagia' telah terwujud.”
PERAN APIP: BERPERAN SEBAGAI PENGAWAS DAN PEMBERI PERINGATAN DINI UNTUK MEMELIHARA BATU BARA BAHAGIA
Kegiatan Coaching Clinic dan e-Review Renstra ini diikuti oleh seluruh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) se-Kabupaten Batu Bara. Diketahui, APIP memiliki peran krusial dalam sistem pemerintahan daerah, yakni memberikan peringatan dini kepada instansi pemerintah atas berbagai potensi penyimpangan serta membantu dalam peningkatan efektivitas manajemen risiko.
“APIP bukan hanya sebagai pihak yang melakukan pengawasan semata, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” jelas Hasrul Irfan. “Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kapasitas APIP agar mampu menjalankan perannya dengan lebih optimal, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung keberhasilan program kerja pemerintah daerah. Peran APIP sangat penting untuk menjaga agar pembangunan berjalan dengan baik dan bebas dari penyimpangan, yang pada akhirnya akan menjaga kelangsungan gerakan menuju 'Batu Bara Bahagia'.”
Menurutnya, dengan peran yang tepat, APIP dapat membantu mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang, korupsi, serta berbagai bentuk penyimpangan lainnya yang dapat menghambat proses pembangunan. Selain itu, APIP juga diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya daerah, sehingga setiap rupiah anggaran dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kita sadari bahwa untuk mencapai 'Batu Bara Bahagia', diperlukan kerja sama yang solid dari semua pihak,” tambahnya. “APIP menjadi ujung tombak dalam memastikan bahwa setiap langkah pembangunan berjalan dengan benar dan sesuai dengan harapan masyarakat.”
SEMUA KEGIATAN BERORIENTASI UNTUK SUKSES PROGRAM BUPATI DAN WUJUDKAN BATU BARA BAHAGIA
Semua kegiatan yang digalakkan oleh Inspektorat Kabupaten Batu Bara – mulai dari Coaching Clinic setiap Selasa dan Jumat, monitoring penutupan kas pertriwulan, hingga e-Review Renstra 2025-2026 – memiliki tujuan utama untuk mendukung suksesi penuh program kerja Bupati Batu Bara dan mewujudkan visi bersama "Batu Bara Bahagia". Menurut Hasrul Irfan, seluruh langkah yang diambil oleh Inspektorat dirancang untuk memastikan bahwa setiap program prioritas yang telah ditetapkan oleh Bupati dapat berjalan sesuai dengan target dan menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kita memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung visi Bupati Batu Bara dalam membangun daerah yang lebih baik, maju, dan sejahtera,” ucap Hasrul Irfan dengan penuh semangat. “Melalui berbagai program yang kita galakkan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah digunakan dengan benar dan tepat sasaran, serta setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh warga Kabupaten Batu Bara. 'Batu Bara Bahagia' bukan hanya slogan belaka, tetapi merupakan tujuan konkret yang kita gapai bersama melalui kerja keras dan dedikasi yang tinggi.”
Untuk mendukung kelangsungan dan peningkatan kualitas seluruh kegiatan tersebut, Inspektorat Kabupaten Batu Bara juga telah merencanakan beberapa langkah strategis ke depan, termasuk peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi informasi yang lebih canggih untuk mempermudah akses layanan dan meningkatkan efisiensi kerja.
“Kita akan terus berbenah dan meningkatkan diri untuk memberikan layanan yang lebih baik,” pungkasnya. “Karena kesuksesan program pemerintah tidak hanya menjadi tanggung jawab Bupati atau satu instansi saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama kita semua untuk membangun Kabupaten Batu Bara yang lebih baik. Semoga dengan kerja keras kita bersama, 'Batu Bara Bahagia' akan segera menjadi kenyataan yang dirasakan oleh setiap warga daerah.”
(Khang's)

