BADAR.CO.ID

Bupati Batu Bara Tunjuk Renold Asmara Sebagai PLT Kadis Kesehatan, Mengisi Kekosongan Setelah Serangkaian Kasus Korupsi

Bupati Batu Bara Tunjuk Renold Asmara Sebagai PLT Kadis Kesehatan, Mengisi Kekosongan Setelah Serangkaian Kasus Korupsi
Bupati Batu Bara Tunjuk Renold Asmara Sebagai PLT Kadis Kesehatan, Mengisi Kekosongan Setelah Serangkaian Kasus Korupsi.
 

Batu Bara, Sumatera Utara -Badar.co.id - Setelah kejadian menjemukan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara yang melibatkan dua mantan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dalam kasus korupsi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2022, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian secara tak terduga menunjuk Asisten 1 Pemerintahan Renold Asmara sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Kesehatan Kabupaten Batu Bara. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang terbentuk setelah serangkaian peristiwa yang mengguncang institusi tersebut.

Badar.co.id

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Batu Bara telah menahan dr. Deni Syahputra yang menjabat sebagai Kadis Kesehatan periode 2023-2026. dr. Deni tersandung kasus dana BTT tahun 2022 saat ia menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Bersama-sama dengan dr. Deni, drg. Wahid Khusyairi yang menjabat sebagai Kadis Kesehatan periode 2020-2023 juga ditangkap dalam kasus yang sama. Baru-baru ini, tepat pada Kamis (5/3/2026), drg. Wahid Khusyairi divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan, beserta denda Rp 150 juta dan kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 710 juta. Dua rekanan yang terlibat dalam kasus ini juga masing-masing divonis 2 tahun penjara.

Selain itu, Lambok Sitorus yang awalnya direncanakan akan diangkat sebagai Pejabat Luar Biasa (PLH) Kadis Kesehatan juga mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan yang selama ini mendampingi dr. Deni Syahputra. Kondisi ini membuat jabatan Kadis Kesehatan menjadi kosong dan membutuhkan penanganan segera.

Dalam menghadapi situasi ini, Bupati Baharuddin Siagian mengambil keputusan untuk menunjuk Renold Asmara yang saat ini menjabat sebagai Asisten 1 Pemerintahan. Penunjukan ini dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, dengan harapan dapat membawa stabilitas dan perbaikan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara.

Renold Asmara, yang lahir 51 tahun yang lalu di Kota Pematang Siantar, merupakan sosok yang tidak asing lagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Beliau memiliki latar belakang pendidikan A.P S.H M.Si dan merupakan alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Karier beliau di dunia pemerintahan dimulai sejak pindah dari Pemkab Simalungun ke Batu Bara. Tahun 2010, beliau menjabat sebagai Camat Ujung Padang, kemudian pada tahun 2012 pindah ke Kabupaten Batu Bara dan menjabat sebagai Kabag Hukum Setdakab, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Asisten 2, Asisten 3, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KesbangPol), sebelum akhirnya menjabat sebagai Asisten 1 Pemerintahan yang langsung berada di bawah kepemimpinan Bupati Baharuddin Siagian dan Wakil Bupati Syafrizal.

Penunjukan Renold Asmara sebagai PLT Kadis Kesehatan memang menjadi sorotan publik, mengingat beliau tidak memiliki latar belakang sebagai tenaga kesehatan. Namun demikian, masyarakat mengharapkan bahwa dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, beliau dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat Dinas Kesehatan menjadi lebih optimal dalam melayani dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara yang berkonsep "BAHAGIA", yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Batu Bara secara menyeluruh.

Sebelumnya, Renold Asmara juga pernah terlibat dalam kegiatan terkait kesehatan, seperti pada bulan Juni 2024 silam, beliau mewakili Pj. Bupati Batu Bara Nizhamul dalam acara monitoring pelaksanaan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim di kecamatan Talawi. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya program ini untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker pada kaum wanita.

Diharapkan dengan adanya kepemimpinan baru di Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, berbagai program kesehatan dapat berjalan dengan lebih baik dan transparan, serta mampu memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan adil.

(BMW)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama