BADAR.CO.ID

Suasana Ramadhan di Batu Bara Tercoreng, Tawuran Antar Kelompok Pemuda di Desa Bogak dan Suka Maju

Suasana Ramadhan di Batu Bara Tercoreng, Tawuran Antar Kelompok Pemuda di Desa Bogak dan Suka Maju
 

Batu Bara, Sumatera Utara – Suasana bulan suci Ramadhan yang seharusnya penuh dengan kedamaian dan kegiatan ibadah tercoreng oleh aksi tawuran antar kelompok pemuda yang diduga berasal dari Desa Bogak dan Desa Suka Maju, Kabupaten Batu Bara. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Beringin, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Aksi tawuran ini menjadi viral setelah video kejadian beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang berdurasi sekitar 15 detik tersebut, terlihat sejumlah pemuda berkumpul di lokasi kejadian, dengan sebagian tampak menyalakan api di tengah jalan yang diduga sebagai bagian dari provokasi. Selain itu, beberapa pemuda tampak membawa alat yang diduga sebagai senjata tajam jenis arit.

Api yang menyala cukup besar membuat warga sekitar merasa khawatir dan resah, mengingat lokasi kejadian cukup dekat dengan permukiman penduduk. Mereka takut api dapat merambat dan menyebabkan kebakaran yang membahayakan keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat. "Warga sangat resah, apalagi ini bulan Ramadhan. Api sempat menyala cukup besar, kami takut merembet ke rumah," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain membahayakan lingkungan, aksi tawuran tersebut juga mengganggu ketenangan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah sahur dan istirahat malam. Kondisi yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan ibadah dan mempererat tali silaturahmi justru terganggu oleh aksi yang tidak bertanggung jawab ini.

Informasi yang beredar menyebutkan, aksi tawuran dipicu ulah seseorang dari kelompok remaja yang diduga dari luar desa dengan menyalakan api di tengah jalan. Melihat api semakin membesar, sekelompok remaja dari Desa Bogak bersama Desa Suka Maju langsung mendatangi kelompok yang menyalakan api, hingga akhirnya terjadi bentrokan fisik.

Salah seorang netizen, Hakimal Yusri, mengaku sudah muak dengan aksi tawuran yang sering terjadi di wilayah tersebut. "Dijaga di gang ini, tawuran pula di gang lainnya. Kalau mengharapkan polisi dan pemerintah saja yang menangani, masalah ini tidak akan bisa," ucapnya. Ia menyarankan agar masyarakat bersatu dan bersama-sama ikut mengatasi masalah tawuran ini. "Kalau semua masyarakat terlibat mengatasi masalah, tawuran pasti aman," tambahnya. Ia juga menduga bahwa pelaku sengaja menunggu patroli polisi pulang baru melakukan aksi.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum khususnya kepolisian segera mengambil tindakan tegas untuk mengungkap identitas pelaku serta mengambil langkah penanganan yang tepat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Selain itu, masyarakat juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari selama bulan suci Ramadhan, agar tidak terlibat dalam aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun langkah penanganan yang telah dilakukan. Peristiwa ini menjadi salah satu aksi tawuran pemuda yang terjadi di wilayah Batu Bara pada momentum bulan suci Ramadhan, yang seharusnya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan menjaga ketertiban serta kedamaian masyarakat. (****)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama