![]() |
| SEJARAH POLITIK KABUPATEN BATU BARA: DARI PEMBENTUKAN HINGGA ERA KEPEMIMPINAN BAHARUDDIN SIAGIAN. |
BATU BARA - SUMATERA UTARA – Kabupaten Batubara resmi disahkan oleh DPR RI pada 8 Desember 2006 dan diresmikan pada 15 Juni 2007, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan dengan ibukota di Kecamatan Lima Puluh. Sejak pembentukannya, perjalanan politik daerah ini ditandai oleh pergantian kepemimpinan yang mencerminkan perkembangan sistem pemerintahan dan dinamika kekuasaan lokal, dengan tokoh-tokoh penting yang membentuk wajah pemerintahan hingga saat ini.
MASA AWAL PEMBENTUKAN (2007-2008): PERIODE PENJABATAN AWAL
Pada tanggal 15 Juni 2007, bersamaan dengan peresmian Kabupaten Batubara, Drs. Sofyan Nasution, MM dilantik sebagai Pelaksana Bupati, menjabat hingga 22 Juni 2008. Periode ini menjadi tahap pembangunan dasar pemerintahan daerah, di mana struktur organisasi dan kebijakan awal mulai dibentuk untuk mendukung aktivitas pemerintahan dan pembangunan masyarakat.
Setelah masa jabatan Sofyan Nasution berakhir, Drs. Syaiful Syafri, MM menjabat sebagai Penjabat Bupati dari 23 Juni 2008 hingga 23 Desember 2008. Periode ini berfungsi sebagai tahap transisi menuju pemilihan kepala daerah definitif pertama.
ERA OK ARYA ZULKARNAEN (2008-2018): DUA PERIODE KEPEMIMPINAN
Pada 18 Oktober 2008, OK Arya Zulkarnaen, SH, MM bersama wakilnya Gong Martua Siregar memenangkan Pilkada sebagai calon independen, mengalahkan tujuh pasangan calon dari partai politik. Mereka resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Definitif untuk periode 2008-2013.
Kemenangan OK Arya Zulkarnaen didorong oleh perjuangannya dalam memperjuangkan pemekaran Kabupaten Batubara. Selama masa jabatan pertama, fokus pembangunan utama termasuk pembangunan sarana prasarana dasar seperti jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan, serta penguatan potensi ekonomi lokal di sektor pertanian dan perdagangan.
Pada Pilkada 2013 yang direncanakan pada 15 September, OK Arya Zulkarnaen kembali terpilih untuk periode kedua (2013-2018). Namun, pada tahun 2017-2018, H. Harry Nugroho, SE menjabat sebagai Plt./Bupati untuk sementara waktu, sebelum M. Faisal Hasrimy, AP, M.AP menjabat sebagai Pjs. Bupati dari 15 Februari 2018 hingga 23 Juni 2018 sebagai tahap transisi.
PERIODE KEPEMIMPINAN IR. H. ZAHIR (2018-2023): PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Ir. H. Zahir, M.AP resmi menjabat sebagai Bupati Definitif pada 27 Desember 2018 hingga 27 Desember 2023. Selama masa jabatan ini, pembangunan fokus pada peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan infrastruktur ekonomi seperti jaringan irigasi dan jalan perdagangan, serta pemberdayaan masyarakat ekonomi kreatif.
Pada akhir masa jabatan Zahir, Nizhamul, SE, MM menjabat sebagai Penjabat Bupati dari 27 Desember 2023 hingga 19 Juni 2024, kemudian dilanjutkan oleh H. Heri Wahyudi Marpaung, S.STP, M.AP sebagai Penjabat Bupati dari 19 Juni 2024 hingga 19 Februari 2025.
ERA BARU BAHARUDDIN SIAGIAN (2025-SEKARANG): KEPEMIMPINAN TERPILIH TERBARU
Pada Pilkada 2024 yang diumumkan hasilnya pada 3 Desember 2024, pasangan H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si dan Syafrizal memenangkan pemilihan dengan memperoleh 81.358 suara atau 41,49% dari total suara yang sah. Mereka resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025.
Kemenangan Baharuddin-Siagian didukung oleh dominasi suara di lima kecamatan, yaitu Air Putih, Datuk Tanah Datar, Lima Puluh, Nibung Hangus, dan Sei Balai. Visi utama kepemimpinan mereka meliputi penguatan ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur yang lebih terpadu.
REFLEKSI SEJARAH POLITIK KABUPATEN BATU BARA
Sejarah politik Kabupaten Batubara mencerminkan perjalanan dari pembentukan daerah baru hingga berkembang menjadi wilayah dengan sistem pemerintahan yang semakin matang. Perubahan kepemimpinan dari periode penjabatan awal hingga era terpilih menunjukkan perkembangan demokrasi lokal yang semakin berkualitas, dengan kesempatan bagi figur baru untuk muncul dan membawa inovasi.
Beberapa poin penting yang dapat diambil adalah:
- Peran tokoh independen dalam membangun dasar pemerintahan daerah baru, seperti yang ditunjukkan oleh OK Arya Zulkarnaen.
- Pentingnya kesinambungan pembangunan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Dinamika kompetitif dalam Pilkada yang memberikan pilihan kepada rakyat untuk menentukan arah kemajuan daerah.
MASA DEPAN POLITIK KABUPATEN BATU BARA
Dengan kepemimpinan Baharuddin Siagian dan Syafrizal, Kabupaten Batubara diharapkan dapat terus mengembangkan potensi lokal dan menjawab tantangan pembangunan masa depan. Perlu adanya kerja sama yang erat antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan seluruh rakyat Batubara. (Khang's).

