![]() |
| JEMBATAN SUKEREJO: SURGA REKREASI SORE HARI DENGAN PANORAMA PERSAWAHAN DAN PEMANDANGAN KERETA API YANG MEMUKAU...!!! |
Batu Bara, Sumatera Utara – Tak perlu jauh ke kota besar untuk menemukan tempat rekreasi yang menenangkan hati dan memukau mata. Di tengah kawasan Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara, tepatnya di Desa Siajam menuju Dusun Teratak dan sekitar Jembatan Desa Sukerejo, ada permata tersembunyi yang kini menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari suasana alam yang menenangkan dan pengalaman bersantai yang tak terlupakan. Lebih dari itu, lokasi ini menjadi bukti nyata dari terwujudnya program strategis daerah dalam era "Batubara Bahagia" yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.
JEMBATAN DESA SUKEREJO: IKON BARU YANG MENGHIPNOTIS, HASIL KOLABORASI PROGRAM STRATEGIS ERA BATUBARA BAHAGIA
Jembatan Desa Sukerejo bukan sekadar struktur prasarana yang menghubungkan dua desa – melainkan simbol kemajuan dan keindahan alam yang menyatu dengan sempurna, serta bagian dari rangkaian proyek strategis Kabupaten Batu Bara dalam era "Batubara Bahagia". Konsep ini digawangi oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang dipimpin oleh Bupati H. Baharuddin Siagian, SH, MSi, dengan fokus utama pada tiga pilar penting: peningkatan infrastruktur pedesaan, penyediaan hunian layak, dan penguatan pelayanan publik serta ekonomi lokal.
Dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 4 meter, jembatan yang selesai dibangun akhir tahun 2025 ini menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Sukerejo dengan Desa Desa Sukaramai menuju Sei Bejangkar, sekaligus menjadi titik pandang terbaik untuk menikmati keindahan alam sekitar. Pembangunan jembatan ini dibiayai melalui alokasi anggaran daerah yang dioptimalkan dalam rangkaian program "Batubara Bahagia", dengan pengembangan infrastruktur pedesaan. Tujuannya tidak hanya mempermudah mobilitas kendaraan dan masyarakat yang sebelumnya bergantung pada jembatan kayu yang rawan dilalui di musim hujan, tetapi juga untuk membuka akses ekonomi bagi petani lokal dalam memasarkan hasil pertanian mereka.
Dari atas jembatan, mata akan disuguhi pemandangan yang memukau: sungai yang mengalir sebagai sumber kehidupan bagi lahan pertanian yang luas, hamparan persawahan yang membentang sejauh mata bisa lihat, dan di kejauhan tampak bentangan alam yang menenangkan. Struktur jembatan yang kokoh dengan pagar pengaman yang dirancang dengan estetika sederhana membuat setiap orang betah menikmati pesona alam yang tak ternilai harganya.
"Sebelum jembatan ini hadir, perjalanan antar desa terasa jauh dan sulit, terutama di musim hujan. Kini, selain mempermudah mobilitas, jembatan ini juga menjadi tempat berkumpul yang penuh pesona – setiap sore, warga datang bukan hanya untuk melintas, tapi untuk menikmati keindahan yang ada di sekelilingnya. Ini adalah bukti bahwa program 'Batubara Bahagia' benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan," ujar Bapak M. Saltut, Kepala Desa Sukerejo dengan rasa bangga yang terlihat jelas di wajahnya.
![]() |
| Ruas Jalan Siajam menuju Dusun Teratak saat sore hari dipadati Masyarakat. |
Menambah daya tarik, jalan penghubung Sei Bejangkar menuju Dusun Teratak yang memanjang sekitar ± 1 kilometer juga menjadi bagian dari proyek strategis infrastruktur era "Batubara Bahagia". Jalan yang landai dan dikelilingi hamparan hijau ini sangat cocok untuk berjalan-jalan santai atau bersepeda sambil menikmati udara segar yang sarat dengan aroma alam persawahan padi, sekaligus menjadi akses penting bagi petani untuk mengangkut hasil panen ke pasar dengan lebih cepat dan efisien.
ERA BATUBARA BAHAGIA: PROYEK STRATEGIS YANG MENGGERAKKAN PERUBAHAN
Program "Batubara Bahagia" bukan hanya nama sebuah kampanye, melainkan gerakan nyata yang mencakup berbagai proyek strategis untuk mengubah wajah Kabupaten Batu Bara menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera. Di bawah naungan program ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara telah melaksanakan berbagai inisiatif penting, antara lain:
1. Pembangunan Perumahan Layak Huni
Pada November 2025, pemerintah melaksanakan peletakan batu pertama untuk perumahan "Batubara Bahagia" di Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Lima Puluh. Tahap pertama akan membangun 161 unit rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dengan rencana pengembangan hingga 3.000–5.000 unit di masa depan. Program ini selaras dengan kebutuhan hunian bagi pekerja di kawasan industri Kuala Tanjung seluas sekitar 3.400 hektare yang tengah berkembang pesat, serta menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional 3 juta rumah presiden Prabowo Subianto.
2. Program Pelayanan Publik yang Dekat dengan Masyarakat
Selain infrastruktur dan perumahan, program "BERLAYAR Bahagia-Saza" (Bupati Batubara Sinergi Melayani Masyarakat) juga menjadi bagian penting dari gerakan ini. Program ini menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung ke pelosok desa, seperti pembuatan surat izin usaha, pelayanan SAMSAT, pemeriksaan kesehatan, pembayaran pajak, dan pelayanan administrasi kependudukan. Tak hanya itu, program ini juga menjadi ajang mempromosikan produk UMKM lokal, dengan tujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan membantu pelaku usaha mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
3. Pengembangan Infrastruktur untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Proyek Jembatan Desa Sukerejo dan jalan penghubung Sei Bejangkar-Dusun Teratak merupakan contoh nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur pedesaan untuk mendukung ketahanan pangan. Dengan memperbaiki aksesibilitas, petani dapat lebih mudah mengangkut hasil panen, mendapatkan bahan pupuk dan bibit dengan lebih cepat, serta berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi lokal yang semakin berkembang. Hal ini sejalan dengan target Kabupaten Batu Bara untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadi salah satu daerah penghasil pangan utama di Sumatera Utara.
SORE HARI DI KAWASAN INI: SERU, RAMAI, DAN PENUH KESEJAHTERAAN
Setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 19.00 WIB, kawasan ini hidup dengan kegembiraan dan kehangatan sosial. Aktivitas ngeceng – budaya lokal untuk berkumpul santai – menjadi tradisi yang dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari Desa Sei Bejangkar maupun Desa Sukerejo. Kehidupan yang semakin sejahtera berkat proyek strategis era "Batubara Bahagia" membuat suasana di sini semakin hangat dan penuh semangat.
Di kaki Jembatan Desa Sukerejo, terdapat Musholla yang dihiasi dengan Kubah berwarna indah buatan tangan warga lokal – tempat yang sempurna untuk duduk bersama teman atau keluarga sambil menikmati alunan suara sungai dan tawa riang anak-anak yang bermain bebas. Kadang kala, suasana menjadi lebih meriah dengan irama musik tradisional atau acara berbagi makanan khas lokal yang menghangatkan hati.
"Setiap sore, saya selalu menghabiskan waktu di sini. Tidak hanya untuk bertemu tetangga dan berbagi cerita, tapi juga untuk merasakan kedamaian yang datang dari alam sekitar. Suasana yang hangat dan ramah membuat setiap orang merasa seperti berada di rumah sendiri. Terima kasih pada program 'Batubara Bahagia' yang membuat desa kita semakin baik," cerita Andi, tokoh masyarakat Desa Sei Bejangkar dengan senyum hangat.
Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Para pedagang kecil seperti Ibu Yanti, yang menjual makanan dan minuman tradisional seperti es cendol, air kelapa segar, dan kue khas daerah, merasa bahwa kehidupannya semakin baik berkat antusiasme pengunjung yang datang setiap hari. Bahkan, beberapa pedagang kini mulai merencanakan untuk mendaftarkan usaha mereka sebagai UMKM resmi melalui program "BERLAYAR Bahagia-Saza" agar dapat mengembangkan bisnisnya lebih jauh.
"Dulu saya hanya berjualan untuk memenuhi kebutuhan sekitar rumah. Kini, banyak pengunjung yang datang khusus untuk menikmati makanan khas kami sambil menikmati pemandangan. Rasanya sangat menyenangkan bisa berbagi kelezatan lokal dengan banyak orang. Saya juga berencana untuk membuat NPWP melalui program pemerintah agar usaha saya bisa berkembang lebih baik," ujar Seorang Pedagang yang enggan disebut namanya dengan senyum bahagia.
PEMANDANGAN YANG MENGHIPNOTIS DAN UNIK
Ada tiga elemen utama yang membuat kawasan ini menjadi destinasi yang tak terlupakan:
- Hamparan Persawahan yang Megah – Pada musim tanam, lahan pertanian berubah menjadi hamparan hijau muda yang menyegarkan mata. Saat menjelang panen, warna keemasan yang memukau menyelimuti seluruh kawasan, terutama ketika disinari sinar matahari sore. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang semakin baik berkat proyek strategis daerah, produktivitas petani juga meningkat secara signifikan.
- Pemandangan Kereta Api yang Memikat – Setiap hari sekitar 3 hingga 4 kali, kereta penumpang atau kereta barang melintas tepat di sepanjang tepi persawahan. Dari atas Jembatan Desa Sukerejo dan Jalan Siajam, pengunjung dapat menyaksikan momen yang sangat indah – kereta yang melaju dengan latar belakang hamparan sawah dan langit yang mulai berubah warna menjelang senja. Kereta barang yang sering melintas, menjadi bukti bahwa kawasan ini semakin terhubung dengan perkembangan ekonomi daerah.
- Suasana Warga yang Ramah dan Hangat – Masyarakat lokal dengan senang hati berbagi cerita, pengetahuan tentang pertanian, dan kehangatan sosial yang membuat setiap pengunjung merasa diterima dengan sepenuh hati. Banyak dari mereka yang merasa bahwa program "Batubara Bahagia" telah membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka, baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya.
"Setiap kali saya datang ke sini, hati saya selalu merasa tenang dan damai. Pemandangan yang indah dan suasana yang hangat membuat saya ingin datang kembali lagi dan lagi. Ini adalah tempat yang benar-benar istimewa, dan saya bisa merasakan bagaimana proyek strategis daerah telah membawa kebahagiaan bagi masyarakat di sini," ucap Rina (22 tahun), pengunjung dari Kecamatan Medang Deras yang telah menjadi pengunjung saat berlibur dikediaman keluarganya.
POTENSI WISATA YANG MENJANJIKAN UNTUK MASA DEPAN
Kawasan ini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata sawah yang unik dan berkelanjutan di Kabupaten Batu Bara, serta menjadi bagian dari rencana pengembangan pariwisata desa dalam era "Batubara Bahagia". Kelompok tani lokal dari kedua desa telah merencanakan pembangunan jalur jelajah persawahan, di mana pengunjung dapat berjalan kaki atau menyewa sepeda untuk menjelajahi lahan pertanian secara langsung, dengan panduan dari petani lokal yang berpengalaman.
"Kami sangat antusias untuk mengembangkan potensi wisata di sini. Selain memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar tentang kehidupan petani dan proses pertanian, kami juga berharap dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui penjualan hasil pertanian dan produk khas desa. Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan fasilitas yang lebih baik, sesuai dengan arahan program 'Batubara Bahagia'," jelas Bapak Supriadi, Warga Dusun Teratak.
Bayangkanlah – menikmati pemandangan matahari terbit di atas hamparan sawah, belajar cara menanam padi bersama petani lokal, atau hanya duduk santai di atas Jembatan Desa Sukerejo sambil menyaksikan matahari terbenam dan kereta api yang melintas perlahan. Ini adalah pengalaman yang akan tetap terpahat dalam ingatan setiap orang yang datang, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan daerah yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat dapat menciptakan keindahan dan kemakmuran yang berkelanjutan.
HARAPAN UNTUK MENJADIKAN KAWASAN INI LEBIH CERAH
Masyarakat lokal memiliki harapan yang besar agar kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua pihak, sejalan dengan visi program "Batubara Bahagia":
- Penambahan fasilitas tempat duduk yang nyaman dan aman di sepanjang jalur wisata dan sekitar Jembatan Desa Sukerejo, dengan memanfaatkan bahan lokal untuk mendukung ekonomi kecil masyarakat.
- Penerangan yang cukup untuk memungkinkan aktivitas rekreasi hingga malam hari dengan aman, sekaligus menjadi bagian dari program penerangan jalan pedesaan yang digencarkan pemerintah.
- Pembangunan area parkir yang memadai agar tidak mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat lokal, dengan rencana untuk menyertakan area untuk penjualan produk UMKM lokal.
- Pemasangan papan informasi edukatif yang menjelaskan tentang sejarah desa, proses pertanian, dan pentingnya Jembatan Desa Sukerejo sebagai proyek strategis daerah dalam era "Batubara Bahagia".
- Pembuatan jalur khusus untuk berjalan kaki dan bersepeda yang aman dan terpisah dari lalu lintas kendaraan, yang akan diintegrasikan dengan rencana pengembangan infrastruktur pariwisata desa.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan potensi kawasan ini. "Kami melihat dengan jelas potensi luar biasa yang dimiliki oleh Desa Sei Bejangkar dan Jembatan Desa Sukerejo. Kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata yang indah, tetapi juga menjadi contoh nyata dari bagaimana proyek strategis dalam era 'Batubara Bahagia' dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. Kami akan bekerja sama erat dengan masyarakat untuk mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat," ujar perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Batu Bara.
✨ Siap untuk merasakan pesona yang tak terlupakan di Desa Sei Bejangkar dan Jembatan Desa Sukerejo? Ajaklah orang tersayang untuk menghabiskan sore hari di sini – nikmati keindahan alam, kehangatan sosial, dan rasakan sendiri bagaimana proyek strategis daerah dalam era "Batubara Bahagia" telah membawa kebahagiaan dan kemajuan bagi masyarakat lokal!
(Khang's)



