![]() |
| PEMKAB BATU BARA SINERGI DENGAN KODAM I BUKIT BARISAN, BANGUN JEMBATAN BAILEY UNTUK PERKUAT KONEKTIVITAS DAN EKONOMI MASYARAKAT. |
Batu Bara – Dalam langkah strategis untuk memulihkan dan meningkatkan akses transportasi masyarakat di wilayah Kecamatan Medang Deras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara bekerja sama erat dengan Komando Daerah Militer (Kodam) I Bukit Barisan untuk membangun Jembatan Bailey di Desa Sei Buah Keras, yang diresmikan proses pembangunannya pada hari Rabu (18/2/2026). Jembatan yang menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan masyarakat ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Jembatan Bailey yang kini sedang dibangun berperan sebagai jalur penghubung strategis antara Desa Sei Buah Keras dan Desa Durian, kedua-duanya berada di Kecamatan Medang Deras. Sebelumnya, akses antar kedua desa tersebut menghadapi berbagai kendala akibat kondisi jembatan lama yang tidak lagi layak digunakan, sehingga menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi hasil produksi lokal. Dengan hadirnya jembatan baru, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, namun juga memperoleh akses yang lebih lancar untuk memasarkan hasil pertanian mereka ke pasar yang lebih luas.
Selain mendukung kelancaran distribusi komoditas pertanian seperti padi, kelapa sawit, dan berbagai hasil hortikultura yang menjadi sumber penghidupan utama sebagian besar warga, jembatan ini juga menjadi akses utama bagi ratusan pelajar yang setiap hari harus melakukan perjalanan antara kedua desa untuk menuntut ilmu di sekolah masing-masing. Sebelumnya, pelajar seringkali harus mengambil jalan alternatif yang lebih jauh atau bahkan menggunakan alat transportasi yang tidak aman untuk menyeberangi sungai yang menjadi pembatas antar desa.
Melalui kerja sama yang terstruktur dengan TNI, Pemkab Batu Bara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) telah menyiapkan berbagai alat berat modern guna mempercepat proses pembangunan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan proyek infrastruktur dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Dalam tahap awal pembangunan, Personel Koramil 01/Medang Deras telah aktif melaksanakan kegiatan pembongkaran jembatan lama yang sudah tidak layak digunakan, serta melakukan pembersihan menyeluruh di area lokasi pembangunan Jembatan Bailey. Kegiatan ini melibatkan peran aktif dari personel Koramil 01/MD dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) masing-masing wilayah, dibantu oleh tim teknisi profesional dari Yonzipur 1/Dhanyang Dharma sebanyak empat orang yang memiliki keahlian khusus dalam pembangunan jembatan jenis Bailey. Tidak hanya itu, partisipasi aktif masyarakat setempat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek ini, di mana warga secara sukarela membantu dalam berbagai tahap persiapan dan pemeliharaan kebersihan area kerja.
Sinergi yang terjalin erat antara Pemkab Batu Bara, TNI, dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi multi-pihak dapat menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur di daerah. Melalui kerja sama ini, diharapkan proses pembangunan jembatan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan, sehingga konektivitas antarwilayah dapat kembali optimal dan memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan taraf hidup serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Perwira dari Kodam I Bukit Barisan yang turut mengawasi pelaksanaan proyek menyampaikan bahwa peran TNI dalam pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari tugas tambahan untuk mendukung pembangunan nasional. "Kami siap memberikan dukungan penuh dalam bentuk tenaga ahli, teknologi, serta kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan setiap proyek pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat dapat berjalan lancar," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya fokus pada kuantitas, namun juga pada kualitas, keberlanjutan, dan selalu berorientasi pada kebutuhan aktual masyarakat. Selain Jembatan Bailey di Desa Sei Buah Keras, pemerintah daerah juga telah merencanakan serangkaian proyek infrastruktur lainnya di berbagai kecamatan, antara lain pembangunan dan perbaikan jalan raya, jembatan kecil, serta sarana prasarana pendukung lainnya yang dirancang untuk memperkuat konektivitas dan mendorong potensi ekonomi daerah secara menyeluruh.
Dengan hadirnya Jembatan Bailey ini, masyarakat Kabupaten Batu Bara khususnya di Kecamatan Medang Deras semakin mendapatkan harapan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar bagi hasil kerja mereka. Kolaborasi yang terjalin dalam proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur lainnya di daerah-daerah lain di Provinsi Sumatera Utara, sehingga pembangunan yang merata dan berkelanjutan dapat terealisasikan untuk kesejahteraan seluruh rakyat.


