![]() |
| Gubernur Bobby Nasution Lantik Empat Pejabat Tinggi, Dorong Kerja Cepat-Tepat untuk Pemulihan Pasca Bencana dan Peningkatan Pelayanan Publik. |
Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution secara resmi melantik empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut pada Jumat (2/1/2026) sore. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, dengan didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya dan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap.
Saksi pelantikan berasal dari jajaran pejabat Pemprov Sumut, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Armand Effendy Pohan serta Asisten Administrasi Umum M. Suib. Dalam sambutannya, Bobby Nasution menekankan bahwa amanah jabatan merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat kolaboratif.
“Dengan memanjatkan puji dan syukur, pada hari ini kita melantik saudara-saudari dalam jabatan yang strategis. Tahun 2026 banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama pemulihan pasca bencana. Saya minta kerja cepat dan tepat, serta memaknai kolaborasi bukan hanya sebagai istilah, tetapi sebagai dasar untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar Bobby.
Ia juga menegaskan pentingnya mempercepat proses tender untuk program pembangunan, dengan batasan maksimal 5-6 bulan.
“Kalau melebihi itu, akan masuk musim hujan dan pekerjaan tidak selesai atau hasilnya buruk. Jika sampai bulan ke-5 atau ke-6 belum terealisasi, berikan bintang saja langsung,” tegasnya.
Empat Pejabat yang Dilantik dan Tugasnya
Keempat pejabat yang mendapatkan kepercayaan memiliki peran krusial dalam memperkuat kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menangani tantangan di berbagai sektor, terutama pasca bencana.
Rahmad Hidayat Siregar – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim)
Sebagai pemimpin Dinas Perkim, Rahmad bertugas menyelenggarakan perencanaan, pembangunan, dan rehabilitasi perumahan, serta penataan kawasan permukiman di tingkat provinsi. Tugasnya mencakup penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, rehabilitasi rumah korban bencana atau tidak layak huni, serta fasilitasi akses pembiayaan perumahan.
Dalam konteks pemulihan pasca bencana, Dinas Perkim akan berperan aktif dalam pembangunan hunian sementara (huntap) dan rumah permanen bagi korban. Menurut Bobby, perumahan yang layak adalah dasar untuk memulihkan kesejahteraan masyarakat setelah mengalami bencana.
Nurbaiti Harahap – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Nurbaiti akan memimpin upaya percepatan investasi dan peningkatan pelayanan publik melalui sistem satu pintu. Tugasnya meliputi perumusan kebijakan penanaman modal, fasilitasi perizinan, dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif.
Di masa pasca bencana, DPMPTSP diharapkan mengatasi dampak bencana pada perlembatan ekonomi dengan mempercepat perizinan untuk kegiatan pemulihan dan pembangunan. Hal ini bertujuan untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat secepat mungkin.
Illyan Chandra Simbolon – Kepala Dinas Sosial (Dinsos)
Illyan akan menangani urusan kesejahteraan sosial, termasuk bantuan bagi masyarakat miskin, korban bencana, dan kelompok rentan. Tugasnya mencakup penyediaan bantuan sosial, pembinaan keluarga sejahtera, dan kolaborasi dengan Kementerian Sosial serta pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas layanan sosial.
Bobby menekankan pentingnya kerja sama Dinsos dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan cepat sampai ke tangan yang membutuhkannya, terutama di daerah terdampak bencana.
Sri Suriani Purnamawati – Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem
Sri Suriani akan memimpin pengelolaan RSJ Prof Dr M Ildrem, yang berperan penting dalam menangani masalah kesehatan jiwa di Sumut. Tugasnya meliputi penyediaan pelayanan kesehatan jiwa, rehabilitasi pasien, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Dalam konteks pemulihan pasca bencana, RSJ diharapkan membantu memulihkan kesehatan mental korban bencana, yang seringkali terlupakan namun memiliki dampak jangka panjang. Bobby menekankan bahwa kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari pemulihan yang komprehensif.
Harapan untuk Kinerja Baru
Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja OPD Pemprov Sumut, khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik, percepatan pembangunan, serta penguatan sektor sosial, perumahan, investasi, dan layanan kesehatan jiwa. Wakil Gubernur Surya, yang juga hadir dalam acara tersebut, menambahkan bahwa para pejabat baru harus terus melakukan inovasi dan menciptakan terobosan konstruktif, dengan mengutamakan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
“Jabatan bukanlah sekadar kedudukan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Kerjalah dengan semangat kebersamaan dan sinergi, sehingga kita dapat mewujudkan birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Surya.
Para pejabat yang dilantik menyatakan komitmen untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, mengutamakan kepentingan masyarakat, dan mendukung visi misi Pemerintah Provinsi Sumut dalam membangun Sumut yang lebih baik. Mereka juga menyatakan siap menghadapi tantangan dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Dengan pelantikan keempat pejabat ini, diharapkan Pemerintah Provinsi Sumut dapat lebih cepat dan efektif dalam menangani berbagai masalah yang dihadapi, terutama pemulihan pasca bencana dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
(Red)

