BADAR.CO.ID

BAKTI SOSIAL KHITANAN MASSAL 40 ANAK DAN DONOR DARAH GELAR DPD-AGPAII BATU BARA BERSAMA RS. SAPTA MEDIKA DAN PMI DI SDN 01 TANAH MERAH

BAKTI SOSIAL KHITANAN MASSAL
BAKTI SOSIAL KHITANAN MASSAL 40 ANAK DAN DONOR DARAH GELAR DPD-AGPAII BATU BARA BERSAMA RS. SAPTA MEDIKA DAN PMI DI SDN 01 TANAH MERAH.

Batu Bara - Di SDN 01 Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, menjadi bukti kolaborasi nyata antara lembaga, swasta, dan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui layanan kesehatan dan agama yang terjangkau. Senin (22/12).

Setelah beberapa minggu persiapan, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD-AGPAII) Kabupaten Batu Bara, bersama Rumah Sakit (RS) Sapta Medika Indrapura dan Palang Merah Indonesia (PMI) Batu Bara, sukses menggelar kegiatan bakti sosial khitanan massal dan donor darah. Acara yang berlangsung di halaman SDN 01 Desa Tanah Merah ini dihadiri langsung oleh Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagiaan, S.H., M.Si, yang memberikan arahan, bimbingan, serta cendera mata kepada setiap peserta khitan.

KHITANAN MASSAL: MERINGANKAN BEBAN ORANG TUA, JALURKAN KEHIDUPAN SEHAT ANAK

Dengan jumlah peserta yang mencapai 40 orang anak, khitanan massal hari ini bukan hanya sekadar upacara agama, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan anak di daerah. Menurut Ketua Panitia, OK. Khairul Anwar, khitan memiliki nilai ganda yang penting bagi anak-anak. "Kami menyadari bahwa khitan bukan hanya memiliki nilai agama dan kesehatan, tetapi juga sebuah fase penting bagi anak-anak kita," ungkapnya dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kegiatan ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi orang tua yang seringkali kesulitan membayar biaya khitanan di fasilitas kesehatan swasta. "Hari ini, ada sebanyak 40 orang anak yang akan dikhitan. Kami berharap hal ini dapat membantu meringankan beban orang tua dan memberikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak," ujar OK. Khairul Anwar dengan penuh harapan.

Seluruh proses khitanan dilakukan oleh tim dokter dan perawat profesional dari RS Sapta Medika Indrapura, yang telah menyiapkan fasilitas dan peralatan yang steril serta memenuhi standar kesehatan. Setiap anak peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan pra-khitan dan penanganan pasca-khitan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama dan setelah proses.

DONOR DARAH: SETETES DARAH, SATU NYAWA YANG DISELAMATKAN

Selain khitanan massal, agenda kedua yang tidak kalah penting adalah donor darah yang difasilitasi bersama PMI Batu Bara. Konsep "setetes darah sangat berarti bagi nyawa orang lain" menjadi moto utama bagi agenda ini, yang berhasil menarik minat banyak pendonor dari berbagai kalangan, termasuk guru, warga sekitar, dan pegawai swasta.

Tim PMI Batu Bara yang hadir memberikan layanan pendaftaran, pemeriksaan pra-donor, hingga penyaluran darah yang akan disalurkan ke bank darah PMI untuk kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit di Kabupaten Batu Bara. Banyak pendonor yang mengaku senang bisa berpartisipasi, mengingat kebutuhan darah di daerah selalu tinggi, terutama untuk kasus darurat dan pasien kronis.

SDN 01 TANAH MERAH

SAMBUTAN BUPATI: PENTINGNYA KOLLABORASI DAN PERAN PUSKESMAS

Kehadiran Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagiaan menjadi sorotan khusus dalam acara ini. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya aktivitas kolaborasi antara berbagai pihak yang bertujuan untuk meringankan beban dan membantu masyarakat. "Kegiatan semacam ini adalah bukti bahwa kita bisa bekerja sama, tanpa memandang latar belakang, untuk kesejahteraan warga," katanya.

Bupati juga menyentuh topik kesehatan yang krusial, terutama peran puskesmas di setiap daerah. Ia menekankan bahwa puskesmas harus menjadi tumpuan utama masyarakat dalam mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang berkualitas. "Pemerintah kabupaten akan terus mendukung dan meningkatkan kapasitas puskesmas, agar warga yang tinggal di pelosok juga bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak," tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan bakti sosial ini. Ia juga memberikan cendera mata kepada setiap peserta khitan sebagai tanda perhatian dan doa agar anak-anak tersebut tumbuh sehat dan sukses di masa depan.

BAKTI SOSIAL KHITANAN MASSAL

WUJUD KEPEDULIAN DPD-AGPAII BATU BARA

Ketua DPD AGPAII Batu Bara, Saut Silalahi, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan wujud kepedulian nyata lembaga kepada sesama. "Fokus utama kami hari ini terdiri dari dua agenda besar: khitan massal dan donor darah. Kedua agenda ini dirancang untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, baik dari sisi agama maupun kesehatan," ungkapnya.

Saut Silalahi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung acara ini. "Pertama sekali, terima kasih kepada pemerintah kabupaten Batu Bara yang selalu mendukung kegiatan kami. Kemudian, terima kasih kepada para donatur yang sudi memberikan sebahagian rezekinya, dan terutama kepada pihak RS. Sapta Medika Indrapura yang sangat membantu dan berkontribusi besar sebagai ujung tombak pelayanan demi suksesnya acara ini," katanya dengan penuh rasa hormat.

Ia menambahkan, DPD-AGPAII Batu Bara berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan bakti sosial sejenis di masa depan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan. "Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan agama, kami merasa bertanggung jawab untuk tidak hanya mengajarkan ajaran agama, tetapi juga menerapkannya dalam bentuk tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Saut Silalahi.

RESPON WARGA DAN PESERTA

Banyak orang tua peserta khitan yang menyampaikan rasa syukur atas dilakukannya kegiatan ini. Siti Aminah, salah satu orang tua yang anaknya mengikuti khitanan, mengatakan bahwa ia sangat senang karena tidak perlu repot dan membayar mahal untuk mengkhitan anaknya. "Saya sangat bersyukur ada acara seperti ini. Sebelumnya, saya khawatir tidak cukup uang untuk mengkhitan anak saya, tapi sekarang semuanya selesai dengan baik dan gratis," ujarnya dengan senyum.

Begitu juga dengan pendonor darah, Rudi Setiawan, yang bekerja sebagai guru di SMA terdekat, mengaku senang bisa berkontribusi. "Ini sudah kalinya saya mendonor darah, dan saya senang bisa melakukannya di acara ini. Saya tahu bahwa darah yang saya berikan bisa menyelamatkan nyawa orang lain, itu cukup membuat saya senang," katanya.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB berakhir pada pukul 14.00 WIB dengan semuanya berjalan lancar dan sukses. Seluruh peserta khitan pulang dengan kondisi sehat dan dipantau oleh keluarga serta tim medis, sedangkan darah yang terkumpul dari donor akan segera diproses dan disalurkan ke bank darah PMI Batu Bara.

Kegiatan bakti sosial khitanan massal dan donor darah ini menjadi contoh yang baik bagaimana kolaborasi antara lembaga swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat dapat menciptakan dampak positif bagi kesejahteraan warga. Harapannya, acara semacam ini akan terus berlanjut dan menyebar ke lebih banyak daerah di Kabupaten Batu Bara.

(Khang's)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama