BATU BARA — Lapangan Desa Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, menjadi lokasi pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kamis (1/10/2026).
Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si. bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Momentum tersebut dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.A.P., Danlanal Letkol Laut (P) Sigit Riyanto, M.Tr.Opsla., CTMP., CRMP., Kajari Batu Bara Nanang Dwi Priharyadi, S.H., M.H., unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, personel TNI-Polri serta pelajar SMA dan SMK se-Kecamatan Sei Balai.
Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara dan persiapan pasukan, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penghormatan kepada Inspektur Upacara dan laporan Komandan Upacara.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara. Setelah itu, anggota DPRD Kabupaten Batu Bara membacakan Naskah Ikrar Bela Negara.
Selanjutnya, Inspektur Upacara membacakan naskah pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali posisi Pancasila sebagai dasar negara sekaligus nilai yang menyatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman.
Persatuan tidak hanya dibangun melalui kegiatan kenegaraan, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari. Menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, mengedepankan musyawarah dan bergotong royong merupakan bagian dari penerapan nilai kebangsaan.
Kehadiran para pelajar dalam upacara juga menjadi bagian penting. Generasi muda merupakan kelompok yang akan meneruskan kehidupan bangsa sehingga pemahaman terhadap nilai Pancasila perlu terus dibangun melalui pendidikan dan pengalaman sosial.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Bela Negara dan pembacaan doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara.
Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada sekolah dalam bidang kebersihan serta kegiatan bedah rumah.
Dua kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan pendidikan dan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Upacara selesai sekitar pukul 09.45 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sei Balai menjadi pengingat bahwa persatuan membutuhkan keterlibatan semua unsur masyarakat. Pemerintah, aparat, dunia pendidikan dan masyarakat memiliki ruang masing-masing untuk menerjemahkan nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

