BATU BARA — Pendidikan menjadi benang merah dalam momentum yang mempertemukan perjalanan akademik seorang pemimpin daerah dengan harapan terhadap generasi muda Kabupaten Batu Bara.
Pada momentum tersebut, Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menyelesaikan perjalanan pendidikan doktoralnya. Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Baharuddin mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN Sumatera Utara (UINSU), Medan, pada Selasa, 28 April 2026, dan dinyatakan lulus.
Perjalanan akademik tersebut kemudian memiliki makna lain ketika di sela momentum pendidikan itu, Baharuddin memberikan dukungan pendidikan kepada Thorieq Al Abdu, putra daerah asal Kabupaten Batu Bara.
Thorieq merupakan lulusan pendidikan S1 dengan predikat cumlaude. Ia juga memiliki prestasi di bidang keagamaan sebagai salah satu pemenang dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Batu Bara.
Dukungan berupa beasiswa pendidikan S2 tersebut menjadi perhatian karena diberikan kepada generasi muda yang telah menunjukkan capaian di dua bidang sekaligus, yakni akademik dan keagamaan.
Baharuddin menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi untuk masa depan. Menurutnya, prestasi yang telah diraih Thorieq perlu diapresiasi dan didukung agar dapat terus berkembang.
“Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Saya berharap beasiswa ini dapat menjadi motivasi bagi Thorieq untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Batu Bara lainnya untuk terus belajar dan berprestasi,” ujar Bupati.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pendidikan seseorang tidak harus berhenti pada pencapaian pribadi. Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh dari proses pendidikan pada akhirnya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Momentum tersebut juga memiliki sisi personal bagi Baharuddin. Kehadiran ibunda tercinta dalam prosesi akademiknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pendidikan yang telah ditempuh.
Dukungan keluarga, terutama orang tua, menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang seseorang memperoleh pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, Baharuddin menyampaikan rasa syukur dan berharap ilmu serta pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Batu Bara.
“Semoga ilmu yang saya peroleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi bagian dari pengabdian untuk Kabupaten Batu Bara,” ungkapnya.
Di sisi lain, Thorieq kini memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Dua perjalanan tersebut bertemu dalam satu pesan sederhana: pendidikan bukan hanya mengenai gelar, tetapi juga mengenai bagaimana pengetahuan dapat menjadi bekal untuk mengabdi dan memberikan manfaat.
Bagi Kabupaten Batu Bara, keberadaan generasi muda yang memiliki prestasi akademik dan keagamaan menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan.
Harapan Bupati agar semakin banyak putra-putri Batu Bara memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi juga menjadi bagian dari pesan dalam momentum tersebut.
Pendidikan yang berkelanjutan membutuhkan kesempatan, ketekunan, dukungan keluarga, serta lingkungan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Momentum Baharuddin dan Thorieq akhirnya tidak hanya menjadi cerita tentang gelar doktor dan beasiswa S2. Lebih jauh, peristiwa tersebut menjadi gambaran mengenai kesinambungan pendidikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

