BATU BARA | BADAR.CO.ID – Organisasi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Batu Bara resmi mengukuhkan kepengurusan baru dalam sebuah acara pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Momen bersejarah ini berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, sekaligus menjadi babak baru dalam perkembangan olahraga catur daerah dengan ditetapkannya visi besar: melahirkan atlet‑atlet andalan yang mampu bersaing hingga tingkat nasional, internasional, bahkan tampil di ajang olahraga bergengsi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga pentas dunia.
Dalam kesempatan tersebut, secara resmi juga ditetapkan dan dikukuhkan Parlin Panjaitan sebagai Ketua PERCASI Kabupaten Batu Bara untuk masa bakti 2025–2029. Penetapan ini menjadi harapan baru bagi dunia olahraga daerah, mengingat sosok yang dipercaya memimpin organisasi ini dinilai memiliki dedikasi tinggi, pengalaman yang memadai, serta komitmen kuat untuk memajukan cabang olahraga yang mengandalkan kecerdasan, ketelitian, dan strategi ini.
Acara pelantikan tersebut berlangsung dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, dipimpin langsung oleh Ketua PERCASI Provinsi Sumatera Utara, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu. Turut hadir pula jajaran pengurus tingkat provinsi, para pengurus baru PERCASI Batu Bara, pelatih, atlet, serta undangan yang peduli terhadap kemajuan olahraga catur di wilayah ini. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa kental sepanjang acara, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi fondasi utama organisasi ini.
Dalam sambutan dan arahannya, Ketua PERCASI Sumut, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan strategis kepada Parlin Panjaitan dan seluruh jajaran pengurus yang baru saja dikukuhkan untuk memegang amanah selama empat tahun ke depan. Ia menyampaikan keyakinan yang kuat bahwa di bawah kepemimpinan yang baru ini, Kabupaten Batu Bara akan semakin menunjukkan eksistensinya dan mampu menggali serta mengembangkan potensi‑potensi terbaik yang dimiliki daerah.
“Kami ucapkan selamat kepada Bapak Parlin Panjaitan yang telah dipercaya memimpin PERCASI Batu Bara selama masa bakti 2025–2029. Tugas yang diemban bukanlah hal yang ringan, namun kami yakin dengan kemampuan, kerja keras, dan kerja sama yang solid, segala tantangan dapat dihadapi dengan baik. Waktu empat tahun ini adalah kesempatan emas untuk mewujudkan berbagai program kerja yang telah direncanakan dan membawa perubahan nyata bagi dunia catur di daerah ini. Kami meyakini sepenuhnya, Batu Bara mampu melahirkan atlet catur berkelas PON, bahkan tidak mustahil ke depannya akan muncul nama‑nama dari daerah ini yang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia dan mengukir sejarah di ajang Olimpiade. Tanah ini memiliki potensi yang luar biasa, tinggal bagaimana kita membina, mengembangkan, dan mengarahkan bakat‑bakat yang ada dengan terstruktur dan berkelanjutan,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak lepas dari kekokohan persatuan dan kesatuan di antara seluruh anggotanya. Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menegaskan kembali semboyan yang dipegang teguh oleh keluarga besar pecatur di Sumatera Utara, yakni “Kita adalah satu keluarga”. Semboyan ini diambil dari semangat yang juga diusung oleh Federasi Catur Internasional (FIDE), yang menjadikan persaudaraan sebagai landasan utama dalam setiap gerak langkah organisasi.
“Prinsip ini yang harus selalu kita pegang erat sepanjang masa bakti kepengurusan ini. Di dalam organisasi ini, kita tidak membedakan latar belakang, suku, maupun asal daerah. Semua bersatu dalam satu tujuan yang sama: memajukan olahraga catur. Inilah yang membuat kita kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.
Perbedaan Pendapat Menjadi Kekuatan, Kritik Sebagai Bahan Bakar Kemajuan
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu juga menyampaikan pandangan yang sangat berharga mengenai dinamika organisasi. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat yang muncul di antara pengurus maupun anggota bukanlah sebuah masalah yang harus ditakuti atau dihindari, justru hal itu merupakan kekayaan yang harus dimanfaatkan dengan baik sepanjang perjalanan kepengurusan ini.
Begitu pula dengan kritik yang disampaikan kepada organisasi maupun kepengurusan. Menurutnya, kritik yang disampaikan dengan niat baik merupakan bahan bakar yang sangat berharga untuk terus memperbaiki kinerja dan kemajuan organisasi ke arah yang lebih baik selama masa tugas yang diemban.
“Seperti pepatah yang sering kita dengar, ‘Sedangkan keladi tidak miyang, mengapa pulak banban yang gatal’. Artinya, jika hal yang utama dan mendasar saja sudah kita selesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah, maka hal‑hal yang bersifat kecil, teknis, maupun perbedaan pendapat yang muncul tentu tidak akan menjadi penghalang atau menimbulkan keributan. Kita sudah memiliki pondasi yang kuat berupa persatuan, maka apapun yang terjadi di permukaan tidak akan mampu meruntuhkan semangat kita sepanjang masa bakti ini,” ungkapnya.
“Perbedaan pendapat kita jadikan kekayaan untuk menemukan gagasan terbaik, sedangkan kritik kita jadikan sebagai bahan bakar untuk terus bergerak maju dan berbenah diri. Inilah kunci keberlangsungan dan keberhasilan kita selama empat tahun ke depan,” tambahnya.
Satu Visi, Satu Suara, Satu Langkah
Untuk memperkuat komitmen tersebut, Ketua PERCASI Sumut juga memberikan arahan yang tegas mengenai sistem kepemimpinan dan kerja sama dalam organisasi selama masa bakti yang berlangsung. Ia menyampaikan perumpamaan yang indah namun penuh makna:
“Dalam sebuah organisasi, hanya ada satu matahari. Ketua adalah matahari itu – dan setiap pengurus adalah pembantu Ketua dalam mewujudkan mandat yang diberikan selama masa bakti 2025–2029. Tidak ada ruang untuk ego sektoral. Satu visi, satu suara, satu langkah.”
Sementara itu, Ketua PERCASI Kabupaten Batu Bara yang baru, Parlin Panjaitan, dalam sambutan perdananya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar‑besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi dalam kurun waktu tersebut. Ia berjanji akan menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati, bekerja secara transparan, dan mengedepankan musyawarah dalam mengambil setiap keputusan sepanjang masa tugasnya.
“Kami menyadari bahwa amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus kami emban bersama‑sama dengan seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan seluruh elemen pendukung selama masa bakti 2025–2029. Waktu yang tersedia akan kami manfaatkan sebaik‑baiknya untuk menyusun dan melaksanakan berbagai program kerja yang terstruktur, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas dan kapasitas pelatih, penyelenggaraan turnamen dan kejuaraan secara rutin, hingga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta yang dapat mendukung kemajuan olahraga catur di daerah ini. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita‑cita bersama, mencetak atlet‑atlet yang berprestasi, serta menjadikan PERCASI Batu Bara sebagai organisasi yang solid, mandiri, dan dihormati. Kami juga membuka diri terhadap setiap masukan, saran, maupun kritik yang membangun demi kemajuan organisasi ini sepanjang masa tugas kami,” ujar Parlin Panjaitan.
Dengan dilantiknya kepengurusan yang baru ini untuk masa bakti 2025–2029, diharapkan PERCASI Batu Bara dapat semakin eksis dan berperan aktif dalam mencetak generasi penerus yang berprestasi, membuktikan bahwa daerah ini mampu bersaing bahkan menjadi yang terbaik di kancah olahraga nasional maupun internasional.
(Khang's)


