![]() |
| Kebijakan Transformasi Budaya Kerja & Efisiensi Energi Berlaku 1 April 2026, Ekonomi Stabil Jadi Pijakan. |
Jakarta – Pemerintah resmi menerapkan Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Efisiensi Energi yang mulai berlaku pada 1 April 2026. Kebijakan ini diambil dalam kondisi ekonomi nasional yang stabil dan kuat, dengan stok BBM aman serta fiskal negara tetap terjaga, sekaligus menjadikan situasi global sebagai momentum untuk penyesuaian pemakaian energi secara wajar dan bijak. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam konferensi video daring pada Selasa (31/3/2026).
WFH Nasional 1 Hari per Minggu untuk ASN, Swasta Dianjurkan Ikuti
Salah satu poin utama kebijakan adalah pemberlakuan Work From Home (WFH) nasional bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu hari dalam seminggu, tepatnya setiap hari Jumat. Pemerintah juga mengajak dunia usaha dan sektor swasta untuk mengikuti kebijakan serupa.
Tujuan dari kebijakan WFH ini adalah untuk meningkatkan efisiensi, mendorong digitalisasi pelayanan, mengurangi mobilitas masyarakat, serta sekaligus menghemat konsumsi energi nasional. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah pada hari tertentu, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas dan konsumsi BBM untuk transportasi pribadi.
Sektor Kritis dan Pendidikan Tetap Beroperasi Normal
Meskipun sebagian sektor menerapkan kebijakan WFH, pemerintah memastikan bahwa pelayanan publik dan sektor strategis tetap berjalan optimal dengan sistem Work From Office (WFO). Sektor yang tetap beroperasi secara penuh meliputi layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan, serta sektor strategis seperti industri dan produksi, energi, pasokan air, distribusi bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan.
Kegiatan pendidikan juga tidak mengalami perubahan dan tetap berlangsung melalui pembelajaran tatap muka normal. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses belajar-mengajar tidak terganggu dan anak-anak dapat menerima pendidikan dengan baik.
Efisiensi Besar-Besaran pada Belanja Negara
Pemerintah juga melakukan langkah efisiensi besar-besaran pada berbagai aspek belanja negara. Perjalanan dinas dalam negeri akan dikurangi hingga 50%, sementara perjalanan dinas luar negeri dipangkas hingga 70%. Selain itu, penggunaan kendaraan dinas juga akan dibatasi, dan aparatur negara didorong untuk lebih banyak menggunakan transportasi publik.
Langkah efisiensi ini diharapkan dapat menghemat anggaran negara yang kemudian dapat dialihkan ke program-program yang lebih produktif dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Refocusing Anggaran hingga Rp130 Triliun untuk Program Prioritas
Sebagai bagian dari upaya optimalisasi penggunaan anggaran, pemerintah akan mengalihkan dana sebesar Rp121 triliun hingga Rp130 triliun ke berbagai program prioritas nasional, termasuk pemulihan wilayah Sumatera. Pemulihan Sumatera menjadi fokus setelah beberapa daerah di pulau tersebut terdampak bencana banjir dan tanah longsor pada akhir tahun 2025.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, upaya pemulihan akan difokuskan pada sektor perumahan, pangan, pendidikan, kesehatan, serta penghidupan masyarakat. Stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak akan segera disalurkan, sementara hunian sementara disiapkan untuk menjamin keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor pertanian, perbaikan lahan pertanian terdampak akan dipercepat untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan, dan bantuan beras juga disalurkan kepada mereka yang tinggal di hunian sementara.
Pembelian BBM Subsidi Pakai Barcode MyPertamina, Kuota Maksimal 50 Liter/Hari
Pada sektor energi, pemerintah menetapkan aturan baru untuk pembelian BBM subsidi, yaitu harus menggunakan sistem barcode melalui aplikasi MyPertamina. Batas maksimal pembelian BBM subsidi bagi kendaraan non-angkutan umum adalah 50 liter per hari.
Meski demikian, harga BBM subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami perubahan. Penerapan sistem barcode ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran BBM subsidi dan mencegah penyalahgunaan. Pengguna dapat mendaftarkan kendaraan mereka melalui aplikasi MyPertamina dengan mengisi data seperti nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin, serta mengunggah foto STNK dan kendaraan. Setelah diverifikasi, barcode dapat digunakan untuk melakukan transaksi di SPBU, dengan masa aktif yang singkat dan berubah secara otomatis untuk menjaga keamanan.
Program Makan Bergizi Gratis Fokus 5 Hari/Minggu, Potensi Efisiensi Rp20 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjadi program prioritas nasional juga akan mengalami penyesuaian dalam rangka efisiensi. Program ini akan fokus diberikan selama 5 hari dalam seminggu, kecuali untuk kelompok tertentu seperti penghuni asrama, daerah dengan tingkat kemiskinan, ketidakberdayaan, dan terisolasi (3T), serta daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Potensi efisiensi yang dapat dicapai dari penyesuaian ini mencapai Rp20 triliun. Sejak diluncurkan, program MBG telah menjangkau jutaan penerima manfaat, termasuk anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, serta santri. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui kerja sama dengan UMKM, petani, nelayan, dan koperasi.
Dalam penutupannya, pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung kebijakan transformasi budaya kerja dan efisiensi energi ini. "Mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja ini, mari tetap tenang, mari tetap produktif, semua terkendali. Dan apa yang disampaikan di sini sifatnya dinamis, nanti apabila ada perubahan pasti akan disampaikan oleh pemerintah secara cepat," ujar pihak terkait dari Sekretariat Kabinet.
Sumber: Sekretariat Kabinet, Kemenko PMK, Polkam.go.id.

