![]() |
| Presiden Prabowo Salat Idulfitri 1447 H di Aceh Tamiang, Konfirmasi Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen. |
ACEH TAMIANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan ibadah salat Idulfitri 1447 H bersama sekitar 1.300 jamaah di Masjid Darussalam, yang terletak di komplek hunian sementara (huntara) Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu pagi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen ibadah bersama, tetapi juga menjadi simbol kehadiran dan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi warga terdampak bencana.
Salat Id Berlangsung Khidmat Bersama Masyarakat
Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB mengenakan baju koko putih, celana hitam, dan peci hitam, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia kemudian duduk di saf terdepan bersebelahan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Teddy Indra Wijaya. Hadir juga sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara lainnya, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.
Salat yang dipimpin oleh Imam Tengku Junaidi berlangsung pukul 07.30 WIB dengan khidmat. Jamaah yang hadir terdiri dari penghuni huntara dan masyarakat sekitar, yang dengan antusias menyambut kedatangan Kepala Negara di hari kemenangan ini.
Silaturahmi dan Bagi-bagi Sembako, Momen Kebersamaan yang Hangat
Usai salat, Presiden Prabowo langsung bersilaturahmi dan menyalami para jemaah satu per satu, menciptakan suasana kekeluargaan yang sangat hangat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan paket sembako kepada perwakilan warga, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Setelah penyerahan simbolis, dua truk yang membawa bantuan sembako kemudian dibagikan secara luas kepada warga yang masih berkumpul di halaman masjid.
Beberapa warga juga mengucapkan selamat hari raya dan bahkan menyampaikan harapan terkait tunjangan hari raya (THR), yang langsung diterima dengan ramah oleh Presiden Prabowo.
Tinjau Hunian Sementara, Semua Warga Sudah Keluar dari Tenda
Setelah berinteraksi dengan jemaah, Presiden Prabowo meninjau langsung hunian sementara yang dibangun pemerintah di sekitar Masjid Darussalam. Ia didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta memasuki salah satu unit huntara untuk melihat kondisi fasilitas dan berbincang dengan penghuninya.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Presiden Prabowo menyatakan bahwa proses pemulihan pasca bencana di Aceh Tamiang berjalan sangat pesat. "Pesan nya pemulihan sangat cepat. Alhamdulillah hampir 100% ya. Di tenda sudah tidak ada lagi. 100% semua sudah keluar dari tenda, masuk ke hunian-hunian sementara ataupun hunian tetap," ujarnya.
Menurut informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum, hingga saat ini telah dibangun 20 blok huntara yang terdiri dari sekitar 240 hunian di dua lokasi, yaitu Desa Bundar dan lokasi lainnya. Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan huntara di empat titik baru untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Selain hunian, perbaikan infrastruktur vital seperti jaringan listrik juga telah mencapai kemajuan signifikan. "Alhamdulillah ya, situasi nya makin baik. Listrik hampir semuanya sudah jalan. Hampir 100%. Hanya lima desa dari seluruh Aceh yang memang sulit," jelas Presiden Prabowo.
Makna Mendalam Pemilihan Aceh Tamiang Sebagai Lokasi Salat Id
Pemilihan Aceh Tamiang sebagai lokasi salat Idulfitri tahun ini memiliki nilai simbolis yang mendalam. Sebelumnya, wilayah ini telah dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025, yang tidak hanya mengganggu kehidupan masyarakat tetapi juga merusak sebanyak 34 cagar budaya di Aceh, termasuk situs Bukit Kerang dan Bukit Remis di Aceh Tamiang.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga aparat keamanan. "Saya sangat bangga, terima kasih kepada semua petugas, semua aparat dari TNI, Polri, dari BNPB, PU, Pemda, semua K/L yang kerja luar biasa, ya. Mereka kerja luar biasa bantu rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," pungkasnya.
Keputusan ini juga dianggap sebagai bentuk nyata dari komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah rakyat, mempererat hubungan antara pusat dan daerah, serta memperkuat semangat persatuan nasional di tengah tantangan yang dihadapi bangsa.

