BADAR.CO.ID

PANGDAM I/BUKIT BARISAN MENINJAU INSINERATOR SAMPAH BEBAS ASAP DI MEDAN, HASIL LIMBAH DIUBAH JADI PAVING BLOCK DAN GENTENG

PANGDAM I/BUKIT BARISAN MENINJAU INSINERATOR SAMPAH BEBAS ASAP DI MEDAN, HASIL LIMBAH DIUBAH JADI PAVING BLOCK DAN GENTENG
PANGDAM I/BUKIT BARISAN MENINJAU INSINERATOR SAMPAH BEBAS ASAP DI MEDAN, HASIL LIMBAH DIUBAH JADI PAVING BLOCK DAN GENTENG.


MEDAN – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung proses pembakaran sampah menggunakan alat insinerator di kompleks Bengrah I Medan, pada hari Senin (23/2/2026). Selain menyaksikan tahapan pembakaran, Pangdam juga melihat secara langsung produksi paving block dan genteng yang memanfaatkan limbah hasil pembakaran sampah sebagai bahan campuran.

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Kodam I/BB dalam menangani persoalan sampah yang terus menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di lingkungan satuan militer. Menurut Pangdam Mayjen TNI Hendy Antariksa, insinerator yang digunakan merupakan inovasi khusus yang dirancang untuk membakar sampah tanpa menghasilkan asap yang dapat mencemari udara.

"Persoalan sampah yang terus menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, kami berusaha mencari solusi konkret yang tidak hanya mampu menekan volume sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan dan kemandirian satuan," jelas Pangdam saat memberikan arahan setelah peninjauan.

Insinerator yang digunakan oleh Kodam I/BB bekerja dengan menggunakan bahan bakar gas dengan suhu pembakaran yang mencapai hingga 1.000 derajat Celcius. Suhu tinggi tersebut tidak hanya mampu membakar sampah secara menyeluruh, tetapi juga dapat menghancurkan zat berbahaya yang terkandung dalam sampah, sehingga menghasilkan abu yang aman untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri kecil.

Menurut penjelasan yang disampaikan oleh petugas yang mengelola fasilitas tersebut, proses pembakaran dengan suhu tinggi tersebut mampu mengurangi volume sampah hingga lebih dari 90 persen. Abu yang dihasilkan kemudian melalui tahap penyaringan dan pengolahan lebih lanjut sebelum digunakan sebagai campuran dalam pembuatan paving block dan genteng.

"Kami mengolah abu hasil pembakaran menjadi bahan tambahan yang meningkatkan kekuatan dan daya tahan produk paving block serta genteng. Hasilnya tidak kalah baik dengan produk yang menggunakan bahan baku konvensional, bahkan dalam beberapa aspek memiliki keunggulan tersendiri," ujar salah satu prajurit yang terlibat dalam proses produksi.

Pangdam menjelaskan bahwa Kodam I/BB berinisiatif agar ke depan setiap satuan di bawah komando Kodam I/BB dapat dilengkapi dengan alat insinerator serupa. Tujuan utama dari program ini adalah agar setiap satuan dapat mengelola sampah secara mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada fasilitas TPA yang ada di daerah masing-masing.

"Kami ingin setiap satuan memiliki kemampuan untuk menangani sampah sendiri. Dengan demikian, kita tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi beban TPA, tetapi juga membentuk budaya pengelolaan sampah yang baik di lingkungan militer," ucapnya.

Program pengelolaan sampah berbasis insinerator dan pemanfaatan limbahnya direncanakan akan diterapkan secara bertahap di seluruh satuan Yon Tempur (Yon TP) di wilayah Kodam I/BB. Produk paving block dan genteng yang dihasilkan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal satuan, seperti untuk perbaikan jalan dalam kompleks markas, pembangunan fasilitas pendukung, serta sarana prasarana lainnya. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian satuan dan mengurangi pengeluaran untuk pembelian material bangunan.

Selama peninjauan, Pangdam I/BB juga menyaksikan tahapan lengkap dalam produksi paving block, mulai dari pencampuran bahan baku, proses pemadatan, hingga pengeringan. Selain itu, Pangdam juga melihat proses pencetakan genteng yang dilakukan oleh prajurit Pangkalan Daerah Militer (Paldam) I/BB dengan menggunakan alat mesin yang telah disesuaikan untuk memproses bahan campuran dari abu sampah.

Turut hadir dalam kegiatan peninjauan tersebut sejumlah pejabat tinggi Kodam I/BB, antara lain Kasdam I/BB, Asisten Operasi Kasdam I/BB, Komandan Paldam I/BB, serta Wakil Komandan Pendidikan dan Pembinaan (Wakapendam) I/BB. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan perhatian serius dari struktur komando Kodam I/BB terhadap program pengelolaan sampah yang ramah lingkungan ini.

Kasdam I/BB yang turut menyaksikan prosesnya menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras prajurit yang terlibat dalam program ini. "Program ini bukan hanya tentang menangani sampah, tetapi juga tentang membentuk sikap inovatif dan kreatif pada prajurit kita dalam mencari solusi bagi berbagai permasalahan yang ada," ucapnya.

Sementara itu, Kapaldam I/BB menjelaskan bahwa program pengelolaan sampah ini juga menjadi bagian dari upaya Kodam I/BB dalam mendukung gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. "Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi berbagai pihak, baik di lingkungan militer maupun masyarakat luas, tentang bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam Mayjen TNI Hendy Antariksa juga memberikan instruksi agar program ini dapat terus dikembangkan dan diperbaiki. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk yang dihasilkan serta memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan aman dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

"Saya menginginkan agar program ini tidak hanya berjalan dengan baik saat ini, tetapi juga dapat berkelanjutan ke masa depan. Kita harus terus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari sistem yang telah kita bangun," tegas Pangdam.

Sebagai informasi tambahan dari sumber Pendam I/BB, program pengelolaan sampah ini telah melalui serangkaian uji coba selama beberapa bulan sebelum akhirnya diluncurkan secara resmi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan efektif dalam mengurangi volume sampah dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis serta manfaat praktis bagi satuan.

(Khang's)


SPONSOR
Lebih baru Lebih lama