BADAR.CO.ID

Semarak Suasana Sore! Jalan Lintas Lima Puluh Batubara Dipadati Ribuan Pemburu Takjil Jelang Beduk Berbuka di Ramadhan Pertama 2026

Foto:Semarak Suasana Sore! Jalan Lintas Lima Puluh Batubara Dipadati Ribuan Pemburu Takjil Jelang Beduk Berbuka di Ramadhan Pertama 2026
Semarak Suasana Sore! Jalan Lintas Lima Puluh Batubara Dipadati Ribuan Pemburu Takjil Jelang Beduk Berbuka di Ramadhan Pertama 2026.


KABUPATEN BATUBARA, SUMATERA UTARA – Bulan suci Ramadhan pertama tahun 2026 membawa semarak tersendiri bagi warga Kabupaten Batubara. Antusiasme masyarakat untuk menyambut bulan penuh berkah terasa sangat kental, terutama di Jalan Lintas Lima Puluh, jalur lalu lintas utama yang menghubungkan berbagai daerah di Sumatera Utara. Suasana hari-hari biasa berubah total menjelang waktu maghrib. Ribuan warga berbondong-bondong datang mencari hidangan lezat untuk berbuka puasa, sementara para pedagang berjubel menawarkan beragam takjil yang menggugah selera.

Pasar Takjil Dadakan Meriahkan Pinggir Jalan

Sejak pukul 15.30 WIB, para pedagang mulai menghiasi pinggir jalan dengan gerobak dan tenda dagangan mereka. Sebagai Ramadhan pertama setelah beberapa tahun penuh aktivitas yang kembali normal, antusiasme para penjual juga terlihat sangat tinggi. Mulai dari yang sudah berpengalaman hingga pemula yang baru mencoba nasib, semuanya bersaing menarik perhatian pemburu takjil dengan aneka ragam hidangan. Warna-warni makanan menjadi daya tarik utama – gorengan hangat seperti bakwan, risoles, dan pisang molen berjejer rapi; hidangan berkuah seperti lontong sayur dan bubur sumsum siap dinikmati; serta minuman segar seperti es buah, cendol, dan kolak pisang ubi yang menyegarkan dahaga setelah seharian berpuasa.

Siti Aminah (45), pedagang takjil yang sudah lima tahun berjualan di lokasi ini, mengaku senang bisa menjadi bagian dari semarak Ramadhan pertama 2026 tersebut. "Setiap Ramadhan saya tunggu-tunggu momen ini, tapi tahun ini rasanya lebih spesial karena ini Ramadhan pertama setelah kita bisa berkumpul dengan lebih leluasa lagi. Dagangan kolak dan es cendol saya selalu laris manis – harganya terjangkau, mulai dari Rp5.000 sampai Rp15.000. Banyak pembeli yang sudah jadi pelanggan tetap setiap tahunnya, bahkan tahun ini ada yang datang dari luar daerah hanya untuk membeli takjil saya," cerita dia sambil cepat-cepat melayani antrian pembeli yang tidak pernah surut.

Tak hanya pedagang tua, kaum muda juga ikut meramaikan pasar takjil Ramadhan pertama ini. Wak Geng (32), penjual bakso pentol, juga merasa antusias menyambut bulan suci tahun ini. "Kita buat sendiri dari pagi hari, ingin mencoba menambah penghasilan sambil berbagi kelezatan di bulan suci. Alhamdulillah, permintaan sangat baik – banyak anak muda yang suka belanja di tempat kita, bahkan beberapa yang baru pulang kampung khusus merayakan Ramadhan pertama bersama keluarga di sini," ucapnya dengan senyum ceria.

Pemburu Takjil Padati Lokasi, Suasana Ramai namun Kondusif

Seiring waktu maghrib semakin dekat, aliran pemburu takjil menjadi semakin padat. Banyak yang mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan merasakan semarak pasar takjil di Ramadhan pertama 2026. Pekerja kantoran yang baru selesai aktivitas, ibu rumah tangga yang mencari hidangan praktis untuk keluarga, hingga anak muda yang datang bersama teman-teman, semuanya berkumpul di sini dengan satu tujuan yang sama – menemukan takjil favorit mereka. Beberapa datang dengan mobil atau motor, sementara yang lain memilih berjalan kaki untuk lebih leluasa menjelajahi setiap gerobak dagangan.

Suryadi (50), warga sekitar yang sudah rutin berburu takjil di lokasi ini setiap tahun, mengaku menikmati suasana tersebut lebih banyak di tahun ini. "Bukan hanya karena pilihan makanan yang banyak, tapi suasana meriahnya yang membuat kita semakin merasakan kehangatan Ramadhan pertama 2026. Bisa bertemu tetangga, berbincang santai sambil memilih takjil – rasanya berbeda, terutama setelah kita bisa merayakannya dengan lebih meriah seperti dulu," ungkapnya sambil memilih beberapa porsi risoles dan es buah.

Meskipun sangat ramai, ketertiban tetap terjaga berkat pengamanan yang dilakukan oleh Polres Batubara yang sudah mempersiapkan diri sejak awal Ramadhan. Personel satlantas ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan seluruh masyarakat. "Kita siap siaga setiap hari menjelang berbuka puasa untuk mencegah kemacetan dan menjaga agar suasana tetap kondusif, khususnya di Ramadhan pertama tahun ini yang kita lihat antusiasme masyarakatnya sangat tinggi," ujar salah seorang petugas yang bertugas di lokasi.

Suara Beduk Menggelegar, Momen Semarak Puncaknya

Tepat ketika azan maghrib berkumandang dan suara beduk dari masjid-masjid sekitar mulai bergema menggelegar menyambut berbuka puasa di Ramadhan pertama 2026, seluruh pemburu takjil yang sudah mendapatkan barang belanjaannya segera mencari tempat untuk duduk dan menyambut momen berbuka puasa. Para pedagang juga sebentar-sebentar berhenti melayani untuk melakukan ibadah berbuka bersama keluarga atau rekan sekerja di sekitar gerobak mereka, dengan doa yang penuh harapan untuk berkah bulan suci ini.

Setelah selesai berbuka, sebagian warga langsung pulang untuk melaksanakan shalat maghrib, namun ada juga yang memilih untuk bersantai sejenak di pinggir jalan sambil berbincang santai tentang rencana ibadah mereka di bulan Ramadhan pertama ini. Seiring berjalannya waktu, suasana yang tadinya sangat ramai perlahan mulai mereda, dan Jalan Lintas Lima Puluh kembali pulih sebagai jalur lalu lintas yang normal.

Semarak pemburu takjil di Jalan Lintas Lima Puluh bukan hanya sekadar aktivitas membeli makanan, melainkan telah menjadi tradisi yang mengikat kebersamaan masyarakat Kabupaten Batubara di bulan suci Ramadhan – dan pada Ramadhan pertama 2026 ini, momen tersebut terasa lebih spesial dan menjadi bagian dari kenangan indah yang dinantikan seluruh warga.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama