![]() |
| Ramadhan 1447 H/2026 M: Umat Muslim Tunggu Keputusan Resmi, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari. |
Jakarta, 16 Februari 2026 – Bulan Ramadhan, bulan suci yang dinantikan dengan penuh harap oleh jutaan umat Muslim di Indonesia, kini tinggal menghitung hari. Namun, tanggal pasti awal puasa masih belum resmi ditetapkan oleh pemerintah, meskipun organisasi kemasyarakatan Islam Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan sidang isbat penentuan awal Ramadhan pada Selasa (17/2/2026) besok. Acara penting ini akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Tiga Tahapan Sidang Isbat
Sidang isbat akan melalui tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomis (hisab), verifikasi hasil pemantauan lapangan (rukyatul hilal), serta musyawarah untuk membahas hasil kedua metode tersebut sebelum penetapan resmi diumumkan ke masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, serta Planetarium Jakarta turut mendukung dengan melakukan pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia. BMKG sendiri akan menerjunkan tim dan peralatan terbaik di 37 titik pengamatan, sementara Kemenag telah menyebarkan petugas pemantau di 96 titik strategis lainnya.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG A. Fachri Rajab menjelaskan bahwa hasil pengamatan dari seluruh lokasi akan dihimpun dan disampaikan kepada Kemenag sebagai bahan pertimbangan. Proses pengamatan dilakukan dengan dukungan peralatan optik dan instrumen yang memadai, serta sumber daya manusia kompeten, dengan memantau visibilitas hilal sesuai parameter astronomis dan kondisi cuaca setempat.
Prediksi Awal Ramadhan Versi Pemerintah Berpotensi Berbeda
Berdasarkan data awal, posisi hilal pada saat matahari terbenam pada 17 Februari diprediksi masih berada di bawah ufuk. Hal ini membuat perkiraan bahwa awal Ramadhan versi pemerintah akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, yang selaras dengan hitungan dari BRIN dan Nahdlatul Ulama.
Observatorium Bosscha ITB juga menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan astronomis, hilal tidak mungkin diamati pada 17 Februari 2026. Peneliti Observatorium Bosscha Yat Ni Yulianti menjelaskan bahwa pada tanggal tersebut, bulan sudah terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari, dengan ketinggian bulan saat matahari terbenam di seluruh Indonesia menunjukkan nilai negatif (berkisar antara -1,5° hingga -3,0°), yang menandakan bulan berada di bawah ufuk. Oleh karena itu, Observatorium Bosscha akan melakukan pengamatan pada 18 Februari 2026 untuk kepentingan penelitian dan dokumentasi ilmiah, meskipun menegaskan bahwa penetapan resmi berada di tangan pemerintah melalui Kemenag.
Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari Berdasarkan Hisab Global
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 melalui keputusan nomor 86/Kep/I.0/B/2025, yang diambil berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal secara ilmiah dan global oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Penetapan ini merupakan koreksi dari kalender cetak versi awal yang semula menetapkan tanggal 19 Februari, dilakukan untuk menjaga akurasi dan konsistensi keilmuan.
Menurut maklumat resmi Muhammadiyah, ijtimak (konjungsi bulan dan matahari) terjadi pada Selasa (17/2/2026) pukul 12.01.09 UTC. Berdasarkan perhitungan, tidak ada wilayah di dunia yang memenuhi parameter kalender global (PKG) 1 sebelum pukul 24.00 UTC, namun wilayah di daratan Amerika memenuhi PKG 2 setelahnya, sehingga 1 Ramadhan ditetapkan pada 18 Februari. Selain itu, Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.
Kemenag telah mengimbau masyarakat untuk menyikapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan dengan sikap saling menghormati, sebagai bentuk penghargaan terhadap keragaman metode penentuan bulan baru di Indonesia. Umat Muslim diharapkan tetap bersiap diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan, menanti keputusan resmi yang akan diumumkan setelah sidang isbat besok.
Apakah Anda akan mengikuti jadwal penetapan dari pemerintah atau organisasi keagamaan yang Anda anut untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini?
(Khang's)
Tags:
Agama
Berita Nasional
BMKG
Hilal
Kementerian Agama
Muhammadiyah
Ramadhan 1447 H
Ramadhan 2026
Sidang Isbat

