![]() |
| POLRES BATU BARA OPTIMALKAN POTENSI LOKAL, SALURKAN 12.237 TON JAGUNG KE BULOG UNTUK KETAHTANAN PANGAN NASIONAL. |
KABUPATEN BATU BARA, SUMATERA UTARA – Polres Batu Bara mengambil langkah proaktif dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui penyaluran hasil panen jagung petani ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Asahan. Sebanyak 12.237 ton jagung dari seluruh wilayah hukum Polres Batu Bara berhasil disalurkan hingga hari Selasa (10/2), sebagai wujud nyata komitmen aparat kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah pusat.
Inisiatif yang tidak sekadar bersifat seremonial ini menjadi bukti konkrit dari sinergi erat antara Polres Batu Bara dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah maupun nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah koordinasi langsung Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Batu Bara Kompol D. Harahap, S.H., yang bersama jajaran seluruh Kepala Polsek (Kapolsek) di wilayah hukum Batu Bara bekerja sama bahu-membahu untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan memberikan manfaat maksimal.
“Kami melihat bahwa potensi pertanian jagung di Kabupaten Batu Bara sangat besar, namun terkadang petani menghadapi tantangan dalam memasarkan hasil panen mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai bagian dari masyarakat Batu Bara. Kami berupaya menjembatani petani dengan Bulog, sehingga hasil panen mereka tidak hanya dapat dinikmati secara lokal tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi ketahanan pangan nasional,” ujar Kompol D. Harahap usai mendampingi proses pengiriman jagung dari markas Polres Batu Bara ke gudang Bulog Asahan.
Proses penyaluran jagung dilakukan secara terstruktur dan terencana matang, dengan melibatkan seluruh enam unit Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Batu Bara. Setiap Polsek diberikan tanggung jawab khusus untuk mengidentifikasi petani jagung di wilayah kerja masing-masing, melakukan verifikasi kualitas dan kuantitas hasil panen, serta mengkoordinasikan proses pengumpulan dan pengantaran ke lokasi Bulog Cabang Asahan. Tahapan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap tahap berjalan dengan lancar dan hasil panen petani dapat diterima dengan kondisi yang optimal.
Pada hari pelaksanaan pengiriman akhir pada tanggal 10/2, beberapa Polsek menunjukkan kontribusi signifikan dalam mendukung program ini. Polsek Labuhan Ruku yang dipimpin Kapolsek Kompol Cecep Suhendra mengirimkan batch terakhir sebanyak 1.400 ton jagung dengan kadar air terukur sebesar 15,2% – sesuai dengan standar penerimaan yang ditetapkan Bulog. Sementara itu, Polsek Medang Deras di bawah kepemimpinan Kapolsek AKP A.H. Sagala juga menyampaikan batch akhir sebanyak 1.500 ton jagung dengan kadar air serupa, yang telah melalui proses pemeriksaan kualitas secara cermat oleh tim teknis yang dibentuk bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara.
Markas Polres Batu Bara sendiri turut menyumbangkan kontribusi dengan mengirimkan total 2.411 ton jagung yang telah melalui proses pengeringan khusus hingga mencapai kadar air sebesar 12,6%, sehingga memiliki kualitas yang lebih tinggi dan daya simpan yang lebih lama. Jumlah ini merupakan hasil dari pengumpulan dari petani yang berada di wilayah sekitar markas Polres dan beberapa kelompok tani yang bekerja sama langsung dengan pihak kepolisian.
Secara kumulatif, total jagung yang berhasil disalurkan dari masing-masing unit Polsek dan markas Polres Batu Bara adalah sebagai berikut:
1. Polres Batu Bara: 2.411 ton
2. Polsek Indrapura: 3.399 ton
3. Polsek Lima Puluh: 1.097 ton
4. Polsek Labuhan Ruku: 2.630 ton
5. Polsek Medang Deras: 2.700 ton
Dari data tersebut terlihat bahwa Polsek Indrapura dan Polsek Medang Deras menjadi kontributor terbesar dalam program ini, hal ini tidak terlepas dari luasnya lahan pertanian jagung di wilayah kedua Polsek tersebut serta dukungan yang kuat dari pemerintah kecamatan dan kelompok tani lokal.
Sebelum proses penyaluran berlangsung, pihak Polres Batu Bara bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara telah melakukan serangkaian persiapan selama lebih dari dua bulan. Antara lain adalah memberikan pelatihan kepada petani tentang teknik budidaya jagung yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, serta melakukan pendataan terhadap luas lahan dan perkiraan hasil panen dari setiap kelompok tani. Tahap ini sangat penting untuk memastikan bahwa jumlah jagung yang akan disalurkan dapat terencana dengan baik dan sesuai dengan kapasitas penerimaan dari Bulog.
Kepala Bulog Cabang Asahan yang tidak dapat hadir secara langsung mengirimkan sambutan melalui wakilnya, yang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang dilakukan Polres Batu Bara. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Polres Batu Bara yang telah menunjukkan peran aktif dalam mendukung program ketahanan pangan. Jagung yang diterima ini akan menjadi bagian dari cadangan pangan nasional dan akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk stabilisasi harga di pasar serta program bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar perwakilan Bulog dalam sambutannya yang dibacakan pada acara penyerahan simbolis.
Selain menjaga stabilitas pasokan pangan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi petani jagung di Kabupaten Batu Bara. Melalui kerja sama ini, petani mendapatkan jaminan harga yang lebih stabil dan tidak perlu lagi khawatir akan masalah distribusi hasil panen mereka. Beberapa perwakilan petani yang diwawancarai menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Polres Batu Bara dan semua pihak yang terlibat. “Sebelumnya, kami sering kesulitan menjual hasil panen karena tidak ada pembeli yang siap mengambil dalam jumlah besar. Dengan adanya program ini, kami merasa lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi jagung di tahun depan,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Indrapura.
Langkah inovatif yang dilakukan Polres Batu Bara patut diapresiasi sebagai upaya konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat daerah, sekaligus menunjukkan bahwa aparat kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga menjadi contoh bagi institusi lainnya tentang pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Namun demikian, tantangan ke depan yang perlu diantisipasi adalah bagaimana memastikan keberlanjutan program ini serta meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Batu Bara secara berkelanjutan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah pengembangan infrastruktur penyimpanan dan pengolahan jagung lokal agar tidak semua hasil panen harus dikirim keluar daerah, serta peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani mereka secara lebih profesional. Selain itu, perlu juga adanya kajian lebih lanjut tentang potensi pengembangan komoditas pertanian lain yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat lokal.
(Khang's)
.jpg)
