![]() |
| Bupati Batu Bara Terima Penghargaan UHC Kategori Pratama, Capai Cakupan JKN-KIS di Atas 95 Persen. |
JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Batu Bara meraih pencapaian gemilang dalam bidang kesehatan masyarakat, setelah berhasil menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama dari Pemerintah Pusat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh warganya.
Penghargaan resmi diserahkan pada Selasa (27/1/2026) di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, kepada Bupati Baharuddin Siagian yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara. Penganugerahan ini menjadi bukti konkret dari keberhasilan Kabupaten Batu Bara dalam mencapai cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di atas 95 persen.
Untuk Kabupaten Batu Bara sendiri, penghargaan UHC Pratama ini merupakan prestasi pertama yang diraih sejak peluncuran program Universal Health Coverage oleh Bupati Baharuddin Siagian pada tanggal 10 Maret 2025 silam. Dalam waktu kurang dari satu tahun, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait telah menunjukkan hasil yang memuaskan dan menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan kesehatan masyarakat.
"Keberhasilan ini bukan merupakan prestasi pribadi saya atau hanya pemerintah daerah, melainkan hasil kerja keras dan sinergi yang erat antara seluruh komponen masyarakat, aparatur pemerintah, serta mitra kerja kami dalam memastikan setiap warga Kabupaten Batu Bara memperoleh akses layanan kesehatan yang layak melalui program JKN-KIS," ujar Bupati Baharuddin Siagian dalam pidatonya saat menerima penghargaan.
Beliau menambahkan bahwa program UHC telah menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah, dengan fokus pada pemenuhan hak dasar setiap orang atas pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus khawatir akan beban biaya yang memberatkan. "Kami percaya bahwa kesehatan yang baik adalah modal utama bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan upaya kami untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta memperluas cakupan akses bagi seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.
Pada acara yang sama, Pemerintah Pusat memberikan Penghargaan UHC Kategori Pratama kepada total 134 pemerintah daerah kabupaten atau kota di seluruh Indonesia yang berhasil mencapai target cakupan kepesertaan JKN-KIS di atas 95 persen. Hal ini menunjukkan bahwa banyak daerah telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah berhasil mencapai target tersebut. Menurutnya, capaian Universal Health Coverage tidak bisa tercapai tanpa kolaborasi yang erat lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Capaian yang diraih oleh Kabupaten Batu Bara beserta daerah-daerah lain yang menerima penghargaan hari ini mencerminkan keberhasilan kolaborasi yang efektif dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. BPJS Kesehatan akan terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional dan memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia dapat menikmati manfaat layanan kesehatan yang berkualitas," ujar Ghufron Mukti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa beberapa langkah kunci yang dilakukan untuk mencapai cakupan kepesertaan tinggi tersebut antara lain melalui program sosialisasi yang masif ke berbagai pelosok daerah, pendataan masyarakat yang komprehensif, pembentukan tim pendamping untuk membantu proses pendaftaran, serta kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat dalam memperluas akses informasi dan layanan pendaftaran JKN-KIS.
"Kami juga melakukan pendekatan langsung ke berbagai kelompok masyarakat yang mungkin memiliki kesulitan dalam mengakses layanan pendaftaran, termasuk masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, kelompok ekonomi lemah, serta kelompok masyarakat yang rentan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang terlewatkan dari perlindungan kesehatan nasional," jelas Kepala Dinas Kesehatan tersebut.
Penghargaan UHC Kategori Pratama yang diterima oleh Kabupaten Batu Bara diharapkan akan menjadi motivasi tambahan bagi pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat untuk terus meningkatkan kinerja dalam bidang kesehatan. Selain itu, prestasi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam upaya mewujudkan sistem kesehatan yang lebih baik dan lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Selain pencapaian cakupan kepesertaan yang tinggi, pemerintah Kabupaten Batu Bara juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah, antara lain dengan memperbaiki infrastruktur fasilitas kesehatan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, serta memperluas jangkauan layanan kesehatan primer hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
"Penghargaan ini adalah awal dari perjalanan kita yang lebih panjang dalam membangun sistem kesehatan yang lebih baik. Kami akan terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk memastikan bahwa layanan kesehatan di Kabupaten Batu Bara tetap berkualitas dan dapat diakses oleh semua orang," pungkas Bupati Baharuddin Siagian.
(Khang's)

