BADAR.CO.ID

Gemppar Asahan Demo Minta Copot Sekda, Ketua DPRD Janjikan RDP Minggu Ini

Gemppar Asahan Demo Minta Copot Sekda, Ketua DPRD Janjikan RDP Minggu Ini
Gemppar Asahan Demo Minta Copot Sekda, Ketua DPRD Janjikan RDP Minggu Ini.

KISARAN, SUMATERA UTARA – Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (Gemppar) Asahan menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 10.44 WIB, mengeruduk Kantor DPRD Asahan yang berlokasi di Jalan Jendral Ahmad, Kisaran. Massa yang datang dengan menggunakan sepeda motor dan becak membawa spanduk yang menyatakan penolakan terhadap kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Zainal Arifin Sinaga, serta mendesak agar ia segera dicopot dari jabatannya.

Ketua Gemppar Asahan, Raihan Panjaitan, dalam orasinya menyampaikan alasan utama dari tuntutan massa. "Kami tidak percaya dengan kinerja Sekdakab Asahan, Zainal Arifin Sinaga. Dia merupakan PNS tertinggi yang memiliki jabatan ganda. Gimana dia mau bekerja maksimal, sedangkan jabatannya banyak," tegasnya.

Menurut Raihan, Sekda Zainal diduga memiliki rangkap jabatan sebagai Dewan Pengawas PAM Tirta Silau Piasa (TSP), yang dinilai membuatnya menerima dua gaji dari negara. Selain itu, ia juga disebut sebagai Ketua LPTQ Asahan dan Ketua BKM Masjid Agung. "Dia juga diduga kuat sebagai pengendali proyek-proyek di sejumlah Dinas yang ada di Kabupaten Asahan. Banyak jabatannya, gimana dia bisa bekerja sebagai Sekda," ujar Raihan yang mengajukan pertanyaan terhadap kapasitas kerja Sekda.

Setelah beberapa waktu melakukan orasi bergantian di depan kantor, massa akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Asahan, Efi Irwansyah Pane. Dalam pertemuan tersebut, Efi memberikan tanggapan langsung dan berjanji untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat. "Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan RDP dengan memanggil Sekda Asahan dan adik-adik dari Gemppar untuk mendengarkan apa jawaban Sekda di depan adik-adik. Minggu ini akan kita jadwalkan untuk menggelar RDP," jelas Efi.

Setelah mendengar janji dari Ketua DPRD, massa membubarkan diri sementara dan kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Asahan untuk menyampaikan tuntutan yang sama, yaitu mendesak Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, agar segera mencopot jabatan Sekda Zainal Arifin Sinaga.

Kordinator Aksi Gemppar Asahan, Arman Maulana Siregar, menyampaikan tuntutan tersebut dengan tegas. "Kami harap Bupati Asahan segera mencopot jabatan Sekda. Karena selain dia menjadi Dewan Pengawas PDAM TSP Asahan, dia juga diduga tukang bagi-bagi proyek yang ada di Kabupaten Asahan," teriak Arman saat berada di depan Kantor Bupati.

Pada lokasi ini, sempat terjadi aksi saling dorong antara Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dengan massa karena tidak ada pihak dari pemerintahan yang langsung menerima aspirasi mereka. Akibatnya, massa melakukan aksi menyapu bersih (sweping) area kantor Bupati. Namun, tidak lama kemudian, mereka ditemui oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbang) Asahan, Nizar Simatupang.

Nizar menjelaskan bahwa Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda tidak berada di kantor saat itu, sehingga ia yang menjadi perwakilan untuk menerima aspirasi massa. "Semua aspirasi yang adik-adik katakan ini akan saya sampaikan dengan pimpinan. Kamis depan akan kami jadwalkan untuk bertemu dengan Sekda bersama adik-adik," ujar Nizar yang memberikan janji untuk menyampaikan seluruh isi aspirasi massa kepada pihak terkait.

Setelah mendapatkan tanggapan dari Kaban Kesbang, massa kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor Kejaksaan Asahan yang berada di Jalan W.R Supratman, Kisaran. Di sinilah mereka mengajukan tuntutan agar pihak Kejaksaan segera memanggil dan memeriksa Sekda Zainal Arifin Sinaga terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan.

Arman kembali menyampaikan tuntutan dari massa, "Kami minta Kejaksaan untuk memanggil dan mengumumkan hasil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Sekda Asahan. Karena kami duga harta kekayaan Sekda naik berasal dari jual beli Paket Proyek selama dia menjadi Sekda dan menjadi Kepala Bappeda selama 9 tahun lebih," jelasnya.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor Kejaksaan, massa diterima oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Asahan, Heriyanto Manurung SH. Heriyanto menyampaikan bahwa pihaknya siap menerima aspirasi dari mahasiswa dan pemuda tersebut. "Saya tegaskan pada adik-adik, silahkan melaporkan Sekda Asahan, tapi berikan kami data-data yang otentik agar kami bisa memanggil dan memeriksa Sekda," ujar Kasi Intel yang menekankan pentingnya adanya bukti yang jelas dan valid untuk dapat melakukan langkah lebih lanjut.

Setelah mendapatkan tanggapan dari pihak Kejaksaan, massa akhirnya membubarkan diri dan menunggu tindakan follow-up dari berbagai institusi yang telah mereka kunjungi dalam rangka memenuhi tuntutan yang diajukan. (hendri)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama