BATU BARA – Musabaqah Dai dan Daiyah ke-1 Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 resmi ditutup. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Pengukuhan Pengurus Daerah (PD) Kepemudaan Formadda-SU Kabupaten Batu Bara yang berlangsung di Aula A Kantor Bupati Batu Bara, Minggu (9/8/2026).
Penutupan kegiatan dihadiri Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., bersama Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda), para staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Musabaqah Dai dan Daiyah yang untuk pertama kalinya digelar di tingkat Kabupaten Batu Bara tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian perlombaan dengan penuh semangat.
Baharuddin juga memberikan ucapan selamat kepada peserta yang berhasil meraih prestasi. Menurutnya, pencapaian dalam sebuah perlombaan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses, keberanian tampil, serta kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan kegiatan.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar semangat generasi muda dalam mengembangkan kemampuan di bidang dakwah terus dipelihara dan ditingkatkan.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Aripay Tambunan, dalam sambutannya mengajak generasi muda untuk terus bangkit dan mengambil peran dalam membangun peradaban.
Pesan tersebut menempatkan pemuda bukan sekadar sebagai peserta dalam berbagai kegiatan, melainkan sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kehidupan sosial masyarakat ke depan.
Pengukuhan Pengurus Daerah Kepemudaan Formadda-SU Kabupaten Batu Bara dalam rangkaian kegiatan yang sama juga menjadi momentum penguatan organisasi kepemudaan di daerah.
Keberadaan organisasi kepemudaan diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kapasitas, memperluas jejaring, serta mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lima Puluh Pesisir Raih Juara Umum
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada para pemenang Musabaqah Dai dan Daiyah ke-1 Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026.
Pemberian hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap para peserta yang telah menunjukkan kemampuan dan semangat selama mengikuti perlombaan.
Dalam hasil akhir perlombaan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir berhasil meraih Juara Umum Musabaqah Dai dan Daiyah ke-1 Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Kecamatan Lima Puluh Pesisir sekaligus menunjukkan adanya partisipasi dari berbagai wilayah dalam pengembangan potensi generasi muda di bidang dakwah.
Musabaqah Dai dan Daiyah ke-1 ini pada akhirnya tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga memberikan ruang kompetisi sekaligus pembelajaran bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan keagamaan, dan tampil di hadapan publik.
Dengan ditutupnya kegiatan tersebut, perhatian selanjutnya tidak hanya tertuju kepada para pemenang, tetapi juga bagaimana potensi dan pengalaman yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan setelah kompetisi berakhir.
Bagi pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan, keberlanjutan pembinaan menjadi bagian penting agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas, percaya diri, serta kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.
(Redaksi)

