![]() |
| SATGAS PRR RILIS PENYERAHAN BANTUAN PERBAIKAN RUMAH DI ACEH TAMIANG – KASATGAS TITO PASTIKAN NEGARA BERSAMA MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA. |
Aceh Tamiang – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera resmi merilis penyerahan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana melalui kegiatan serentak yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang pada hari Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Sumatera dipimpin secara hybrid oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas PRR, yang mengikuti dari Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dengan partisipasi sejumlah daerah lain terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Hadir secara langsung untuk mewakili Satgas PRR adalah Ketua Satgas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana alam. Menurutnya, penyaluran bantuan yang dilakukan pada hari ini merupakan tahap awal dari serangkaian bantuan yang akan diberikan secara bergelombang sesuai dengan data yang diterima dari masing-masing kepala daerah.
“Nah ini yang kita tunggu, dari kepala daerah. Itulah yang saya minta teman-teman kepala daerah, para bupati, wali kota, buat semacam satgas kecil untuk pendataan,” ujar Tito kepada para hadirin yang berkumpul di lokasi penyerahan bantuan di Aceh Tamiang.
Kasatgas Tito merinci secara jelas besaran bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk masing-masing kategori kerusakan rumah. Bantuan sebesar Rp15 juta dialokasikan untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan ringan, Rp30 juta untuk rumah dengan kerusakan sedang, dan Rp60 juta untuk rumah yang rusak berat atau bahkan hilang total akibat bencana. Khusus untuk rumah yang rusak berat atau hilang, Tito menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp60 juta tersebut tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai langsung, melainkan melalui proses pembangunan rumah baru yang akan dilakukan oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun di kawasan relokasi yang telah disiapkan sesuai dengan analisis keamanan wilayah.8
“Kami memastikan bahwa setiap rupiah bantuan yang diberikan dapat digunakan secara optimal untuk memulihkan hunian masyarakat terdampak. Bagi rumah yang rusak berat atau hilang, pembangunan akan dilakukan dengan standar yang aman dan layak huni, sehingga masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang nyaman,” jelas Tito.
Tito juga menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah telah siap dan terus bekerja keras untuk mendorong proses pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Sumatera, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah dengan jumlah korban dan kerusakan yang signifikan. Melalui sinergi dan kolaborasi erat antara berbagai pihak terkait, progres pemulihan hingga saat ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Roda pemerintahan yang sempat terganggu mulai berjalan normal kembali, dan perekonomian lokal juga mulai berangsur pulih.
“Meskipun ada beberapa daerah yang masih ada lumpurnya, kita harus bertarung. Tapi kita jangan berhenti. Saya tahu bahwa orang-orang Aceh, orang-orang yang petarung, yang kuat,” tandas Tito dengan semangat yang membangkitkan semangat para hadirin.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan berhenti bekerja hingga seluruh daerah terdampak bencana di Sumatera betul-betul pulih dan kembali seperti sedia kala, bahkan dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya melalui berbagai upaya peningkatan ketahanan bencana.
Kegiatan penyerahan bantuan perbaikan rumah ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting secara langsung, antara lain Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta pejabat terkait dari lingkungan kementerian dan lembaga yang berperan dalam penanggulangan bencana dan pemulihan pascabencana. Sementara itu, melalui platform daring, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat tingkat nasional, antara lain Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, serta para kepala daerah dari seluruh wilayah Sumatera yang terdampak bencana.
Para pejabat yang mengikuti secara virtual menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemulihan yang dilakukan di Aceh Tamiang dan daerah lain di Sumatera. Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya fokus pada rekonstruksi fisik, tetapi juga pada pemulihan kualitas hidup masyarakat, termasuk akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian yang berkelanjutan.
“Kita harus memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menghadapi tantangan bencana di masa depan. Ini adalah bagian penting dari pembangunan manusia yang berkelanjutan,” ujar Menko Pratikno melalui sambutan daring.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses pendataan dan verifikasi kerusakan akibat bencana agar bantuan dapat segera sampai ke tangan yang tepat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan mitigasi bencana yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
Dengan pelaksanaan penyerahan bantuan perbaikan rumah ini, Satgas PRR Pascabencana Sumatera berharap dapat memberikan kelegaan bagi masyarakat terdampak bencana dan menjadi momentum untuk mempercepat proses pemulihan secara menyeluruh. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan organisasi masyarakat, untuk terus berperan aktif dalam mendukung upaya pemulihan agar daerah terdampak dapat segera bangkit dan kembali berkembang. (***)

