BADAR.CO.ID | Media Online Berita Terki

Utamakan Pelayanan Pasien, RSUD OK Arya Zulkarnain Tindak Lanjuti Kendala Ketersediaan Obat Bius


 Utamakan Pelayanan Pasien, RSUD OK Arya Zulkarnain Tindak Lanjuti Kendala Ketersediaan Obat Bius


BATU BARA – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) OK Arya Zulkarnain menindaklanjuti kendala ketersediaan obat bius yang berdampak pada perubahan jadwal operasi seorang pasien. Pihak rumah sakit telah melakukan mediasi dan klarifikasi bersama pasien beserta keluarga, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Kepala RSUD OK Arya Zulkarnain, dr. H. Yufly Yanza, M.K.M., menjelaskan bahwa pengadaan obat bius memiliki karakteristik berbeda dibandingkan obat-obatan lainnya. Proses pengadaannya terkadang membutuhkan waktu lebih lama karena harus memperhatikan ketersediaan obat di pasaran.

''Proses pengadaan obat bius ini berbeda degan obat²an yang lain. Terkadang memerlukan waktu pengadaan yang lebih lama dan memperhatikan ketersediaan di pasaran. Saat ini RSUD memang memiliki keterbatasan stok obat bius dan sudah dalam pemesanan dan dalam pengantaran. Obat yg akan digunakan untuk operasi pasien tersebut seharus nya tiba senin pagi hari namun ternyata perkiraan tsb meleset ke hari Selasa. Ada miskomunikasi internal antara ruang Farmasi dan ruang operasi terkait ketersediaan obat bius ini terkait update keterlambatan pengiriman obat bius tersebut, RSUD sudah melakukan mediasi dan klarifikasi dengan pasien dan keluarga terkait hal ini serta meminta maaf kepada yang bersangkutan dan akan menjadwalkan ulang operasi beliau. Ujar dr. Yufli. Kepada awak media Kamis (27/10).

Ia mengakui bahwa saat ini RSUD OK Arya Zulkarnain mengalami keterbatasan stok obat bius. Meski demikian, pemesanan telah dilakukan dan obat yang dibutuhkan sedang dalam proses pengiriman.

Menurutnya, obat yang diperlukan untuk operasi pasien tersebut semula diperkirakan tiba pada Senin pagi. Namun, perkiraan kedatangan itu meleset hingga Selasa.

Selain kendala pengiriman, Yufly mengakui adanya miskomunikasi internal antara bagian farmasi dan ruang operasi mengenai pembaruan informasi keterlambatan kedatangan obat.

Sebagai tindak lanjut, pihak rumah sakit telah melakukan mediasi dan klarifikasi bersama pasien serta keluarga pada Selasa. Dalam pertemuan tersebut, manajemen menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan akan menjadwalkan ulang operasi pasien.

Penjelasan ini menjadi bagian dari upaya memberikan kejelasan kepada pasien dan keluarga mengenai kendala yang terjadi. Selanjutnya, kepastian jadwal operasi serta ketersediaan obat menjadi hal penting untuk memastikan pelayanan medis dapat berlanjut sesuai kebutuhan pasien.


SPONSOR
Lebih baru Lebih lama