BADAR.CO.ID

Tiga Bulan Berjalan, Program Insentif Bilal Mayit, Penggali Kubur dan Guru Mengaji di Batu Bara Jadi Bukti Kepedulian terhadap Pelayan Umat

Pemerintah kabupaten batu bara/badar.co.id
Bupati Batu Bara bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyerahkan secara simbolis insentif kepada Bilal Mayit, penggali kubur, dan guru mengaji melalui BAZNAS Batu Bara sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian para pelayan umat.


BATU BARA – Memasuki tiga bulan pelaksanaan, program pemberian insentif kepada Bilal Mayit, penggali kubur, dan guru mengaji di Kabupaten Batu Bara terus berjalan sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pelayan masyarakat yang selama ini mengabdikan diri di bidang sosial dan keagamaan.

Program yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Batu Bara dengan dukungan dana hibah APBD Tahun Anggaran 2026 tersebut memberikan insentif sebesar Rp500.000 per bulan kepada para penerima yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Batu Bara.
Bagi sebagian orang, nominal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi para penerima, bantuan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar angka. Insentif tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian yang selama ini dilakukan dengan penuh keikhlasan, bahkan sering kali tanpa mengharapkan imbalan.

Bilal Mayit merupakan sosok yang senantiasa hadir mengumandangkan adzan terakhir serta mengurus prosesi pemulasaraan jenazah hingga mengantar seseorang ke tempat peristirahatan terakhir. Sementara penggali kubur menjalankan tugas yang berat secara fisik dan emosional demi memastikan setiap warga memperoleh pemakaman yang layak dan bermartabat.
Di sisi lain, guru mengaji menjadi garda terdepan dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an. Mereka menanamkan nilai-nilai agama sejak usia dini agar anak-anak tetap memiliki pegangan moral dan akhlak di tengah perkembangan zaman.

Ketiga profesi tersebut selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Meski perannya sangat besar, keberadaan mereka sering kali luput dari perhatian. Padahal tanpa mereka, kehidupan bermasyarakat di desa-desa akan kehilangan sosok yang membimbing keagamaan, mengurus jenazah, hingga mendidik generasi penerus.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap keberlangsungan profesi tersebut juga ditegaskan oleh Bupati Batu Bara yang menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin ada satu pun desa yang kekurangan Bilal Mayit, penggali kubur maupun guru mengaji.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, maupun infrastruktur lainnya. Lebih dari itu, pembangunan juga harus menyentuh aspek kemanusiaan, sosial, budaya, dan keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Program insentif ini juga dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang. Kehadiran pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada para pelayan umat diharapkan mampu meningkatkan semangat pengabdian sekaligus mendorong generasi muda agar tidak ragu mengambil peran sebagai guru mengaji, Bilal Mayit, maupun penggali kubur ketika dibutuhkan masyarakat.

Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan BAZNAS, program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut serta menjadi bagian dari sistem penghargaan yang berkelanjutan, sehingga para pelayan umat memperoleh perhatian yang layak atas jasa-jasa mereka.

Program ini sekaligus menjadi cerminan bahwa pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan tetap hidup di tengah masyarakat.

Selama tiga bulan pelaksanaannya, program tersebut telah menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga untuk menghargai mereka yang setiap hari melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan.

Pada akhirnya, daerah yang maju bukan semata-mata diukur dari tingginya angka investasi atau pertumbuhan ekonomi. Daerah yang benar-benar maju adalah daerah yang mampu memuliakan orang-orang yang mengabdikan hidupnya demi kepentingan sesama. Batu Bara kini menunjukkan komitmen tersebut melalui langkah nyata menghargai para pelayan umat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkeadaban.(*)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama