BADAR.CO.ID | Media Online Berita Terki

Tasyakuran Aqiqah Cucu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian: Syukur Menjadi Jalan Memaknai Karunia


Tasyakuran Aqiqah Cucu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian: Syukur Menjadi Jalan Memaknai Karunia


MEDAN — Kebahagiaan keluarga tidak selalu harus dirayakan dengan kemewahan. Dalam tradisi masyarakat Muslim, kelahiran seorang anak menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus memanjatkan doa agar kehidupan yang baru dimulai senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Suasana itulah yang terlihat dalam tasyakuran aqiqah cucu Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si. atau yang akrab disapa Op. Fatan, di kediaman anaknya di Jalan Menteng No. 377, Pasar Merah, Kota Medan, Minggu (4/10/2026).

Cucu tercinta Baharuddin Siagian, Seraya Ruhi br Lubis, menjadi pusat kebahagiaan keluarga dalam acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut.

Ratusan tamu dari berbagai kalangan hadir secara bergantian. Mereka datang membawa satu hal yang paling sederhana sekaligus paling bermakna dalam sebuah tasyakuran: doa.

Bagi keluarga, aqiqah bukan sekadar rangkaian acara keagamaan. Di dalamnya terdapat pesan tentang bagaimana sebuah keluarga menerima kehadiran seorang anak dengan rasa syukur dan harapan.

Kehadiran para tamu juga memperlihatkan bahwa kebahagiaan keluarga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial.

Nuansa religius semakin terasa melalui lantunan shalawat yang dibawakan Group Qasidah El Jadid Selawat Sumatera Utara.

Sejumlah tokoh Sumatera Utara turut hadir, di antaranya Prof. Dr. Agussani, M.AP., Ketua BPH UMSU; Prof. Dr. H. M. Jamil, MA., Waketum MUI Sumut; H. Muslim Simbolon, MA., Ketua ASAHANKAMPUNGku sekaligus Wakil Ketua DPW PAN Sumut; serta para birokrat Pemprov Sumut, anggota DPRD dan sejumlah kepala OPD Kabupaten Batu Bara.

Dalam sambutannya, Baharuddin menyampaikan rasa syukur atas kelahiran cucunya.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para alim ulama, tokoh masyarakat, sahabat, dan seluruh warga yang hadir. Ini adalah karunia Allah SWT. Kami mohon doa agar ananda Seraya Ruhi br Lubis tumbuh menjadi anak yang sholehah, cerdas, dan menjadi kebanggaan keluarga serta umat,” ujar Baharuddin.

Pesan tersebut sekaligus menjadi inti dari acara: kelahiran bukan hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga amanah.

Seorang anak lahir membawa harapan. Sementara keluarga memikul tanggung jawab untuk memberikan kasih sayang, pendidikan, keteladanan dan doa.

Di tengah kesibukan kehidupan publik, momen keluarga seperti tasyakuran aqiqah menjadi pengingat bahwa jabatan dan status sosial pada akhirnya tetap berada di bawah nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasar: keluarga, silaturahmi dan rasa syukur.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama