Sholat Dhuha di Sekolah, Menanam Kebiasaan Baik Sejak Anak-Anak
SEI BALAI – Kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang dapat menjadi bagian dari karakter seseorang. Prinsip sederhana inilah yang membuat pendidikan agama sejak dini memiliki arti penting dalam proses tumbuh kembang anak.
Di UPT SDN 05 Sei Balai, pengenalan pentingnya melaksanakan Sholat Dhuha menjadi salah satu bentuk pembiasaan nilai keagamaan kepada peserta didik.
Guru Agama, Fahri Akhtar, berperan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya ibadah sekaligus nilai yang terkandung di dalamnya.
Sementara itu, Kepala UPT SDN 05 Sei Balai, Budianto, S.Pd., memimpin lingkungan pendidikan tempat proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik berlangsung.
Bagi seorang anak, pendidikan agama bukan sekadar menghafalkan pengetahuan. Lebih jauh, pendidikan agama dapat menjadi proses mengenalkan makna disiplin, ketertiban, tanggung jawab dan kesadaran menjalankan ibadah.
Sholat Dhuha juga mengajarkan satu hal sederhana: menyisihkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah aktivitas.
Dari sudut pandang pendidikan, pembiasaan seperti ini memiliki makna penting karena karakter tidak terbentuk hanya melalui nasihat. Karakter tumbuh dari contoh, pemahaman dan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.
Apa yang ditanamkan kepada anak hari ini mungkin terlihat sederhana. Namun, nilai yang tumbuh dari kebiasaan tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki kehidupan yang lebih luas.
Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana seorang anak memperoleh nilai yang baik di sekolah, tetapi juga bagaimana ia belajar menjadi manusia yang memiliki nilai dalam kehidupannya.

