![]() |
| Ilustrasi: Peringatan dini terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat Pemerintah Kabupaten Asahan. |
ASAHAN – Masyarakat Kabupaten Asahan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan baru yang belakangan ini muncul. Pelaku dengan sengaja mengatasnamakan Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Bapak Zainal Aripin Sinaga, untuk menipu korbannya melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.
Pelaku penipuan diketahui menggunakan nomor telepon +62 852-8669-8765 dan turut menyertakan foto resmi Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan dalam profil akunnya guna meyakinkan calon korban. Dalam komunikasi yang dilakukan, pelaku berpura-pura memohon bantuan agar korban mau melakukan transfer dana ke rekening bank yang ditunjuk.
PENEGASAN RESMI DISPERKOMINFO: NOMOR TERSEBUT BUKAN MILIK SEKDA
Menanggapi maraknya laporan dan kekhawatiran yang berkembang di masyarakat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan, Arbin Ariadi Tanjung, S.E., M.H., memberikan penjelasan dan peringatan secara tegas.
“Kami menegaskan dengan jelas bahwa nomor WhatsApp +62 852-8669-8765 itu bukanlah nomor milik Bapak Sekretaris Daerah Zainal Aripin Sinaga. Itu adalah nomor yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan,” ujar Arbin Ariadi Tanjung saat memberikan keterangan pers, Kamis (2/7/2026).
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari warga yang mendapatkan pesan mencurigakan dari nomor tersebut, sehingga dipandang perlu untuk segera menyebarluaskan informasi ini agar tidak semakin banyak korban yang terjebak.
CARA BEKERJA MODUS PENIPUAN
Berdasarkan laporan yang diterima, cara kerja penipuan ini dimulai dengan pesan masuk ke WhatsApp calon korban. Pelaku menyapa seolah-olah benar-benar adalah Sekda Zainal Aripin Sinaga, kemudian menyampaikan alasan tertentu yang membuatnya terdesak dan meminta bantuan segera untuk memindahkan atau mentransfer sejumlah uang ke rekening lain.
Dengan memanfaatkan foto profil resmi jabatan dan menyebut nama pejabat tinggi daerah, pelaku berharap calon korban merasa segan, percaya begitu saja, dan langsung menuruti permintaan tanpa melakukan verifikasi ulang terlebih dahulu.
IMBALAN KEPADA SELURUH LAPISAN MASYARAKAT
Arbin Ariadi Tanjung mengingatkan seluruh masyarakat Kabupaten Asahan agar tidak mudah percaya dan terpengaruh oleh pesan semacam ini. Beliau menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan:
1. Pihak pejabat pemerintah tidak akan pernah meminta bantuan transfer dana melalui pesan singkat pribadi kepada masyarakat umum.
2. Jangan langsung percaya hanya karena foto profil dan nama yang digunakan sama dengan pejabat yang dikenal.
3. Selalu lakukan verifikasi ulang melalui saluran resmi kantor atau menghubungi nomor yang sudah diketahui keasliannya.
4. Jangan pernah mengirimkan uang, membagikan data pribadi, atau kode OTP kepada siapa pun atas permintaan lewat pesan singkat.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Jangan terburu-buru memenuhi permintaan apapun yang meminta transfer uang, sekalipun yang mengatasnamakan pejabat daerah,” tegasnya.
SEGERA LAPOR JIKA MENEMUKAN KECURIGAAN
Apabila masyarakat menerima pesan serupa, menemukan komunikasi yang mencurigakan, atau bahkan sudah mengalami kerugian akibat modus ini, diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang baik ke kantor kepolisian terdekat maupun melalui layanan pengaduan resmi Dinas Kominfo Kabupaten Asahan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu aparat untuk segera menelusuri, mengungkap, dan menindak tegas oknum yang melakukan penipuan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Asahan senantiasa mengimbau agar masyarakat tetap bijak dalam menggunakan teknologi informasi, selalu teliti, dan tidak mudah tergoda maupun terbuai hal-hal yang mencurigakan demi keamanan bersama.
Sumber: Keterangan Resmi Dinas Kominfo Kabupaten Asahan.
Author: Badar.co.id

