BATU BARA — Menyambut peringatan Hari Anti‑Narkotika Internasional (HANI) 2026 serta melaksanakan langkah tegas dalam Operasi Saber 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batu Bara menggelar penggerebekan dan pemeriksaan menyeluruh di sejumlah titik yang dinilai rawan penyalahgunaan zat terlarang. Operasi mendadak dilaksanakan Kamis malam hingga dini hari dan berlanjut hingga pagi di kawasan Tempat Hiburan Malam Lesehan Lesbi serta kawasan Benteng di belakang Kopi TM 100, Kecamatan Air Putih.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Batu Bara, AKBP Arnis Syafni Yanti, S.E., M.M., didampingi tim operasi yang bergerak terpadu untuk menyisir dan memeriksa setiap sudut yang berpotensi dijadikan tempat bersembunyi atau menggunakan narkoba.
Sasaran Lokasi dan Pemeriksaan Menyeluruh
Petugas masuk ke lokasi sasaran dengan cepat dan teratur. Di Tempat Hiburan Malam serta kawasan sekitarnya yang cukup padat, dilakukan pemeriksaan ketat terhadap pengunjung, fasilitas, serta lingkungan sekitar. Langkah utama yang diterapkan adalah tes urin mendadak sebagai alat deteksi cepat guna mengetahui apakah ada yang terbukti mengonsumsi zat terlarang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak tujuh orang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis ekstasi. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala BNNK saat di lokasi operasi.
Pendekatan Baru: Lebih dari Sekadar Penindakan Hukum
Hal yang menonjol dalam operasi kali ini adalah cara penanganan yang berbeda dari pendekatan konvensional. BNNK Batu Bara tidak langsung menyerahkan ke jalur pidana semata, melainkan menerapkan prinsip humanis dan rehabilitatif.
“Kami tidak serta‑merta langsung menjatuhkan sanksi hukum. Sebaliknya, kami akan melakukan asesmen mendalam untuk mengetahui tingkat ketergantungan, kondisi fisik maupun psikologis, serta kebutuhan penanganan yang tepat bagi masing‑masing individu,” jelas AKBP Arnis Syafni Yanti.
Langkah ini merupakan penerapan nyata dari Program PIJAR — Pulih, Jalani, dan Rehabilitasi, yang dijalankan secara terpadu oleh BNNK. Tujuannya jelas: memberikan kesempatan nyata bagi pengguna untuk sembuh, pulih kembali, dan berintegrasi sehat ke tengah masyarakat, bukan sekadar dipenjara tanpa upaya pemulihan.
Operasi Saber dan Persiapan Hari Anti‑Narkotika Internasional
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Operasi Saber 2026 serta persiapan menyambut Hari Anti‑Narkotika Internasional. Penekanan dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat paham bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh: melalui penindakan, pencegahan, dan juga pemulihan.
Menurut Kepala BNNK, pendekatan seperti ini terbukti lebih efektif dalam jangka panjang. Jika pengguna dapat diarahkan ke jalur pemulihan yang tepat, maka potensi mereka untuk kembali berperan sebagai warga yang produktif akan lebih besar.
“Pemberantasan narkoba tidak hanya soal menangkap, tetapi juga menyelamatkan manusia dari jeratan zat berbahaya tersebut,” tambahnya.
Kini ketujuh orang yang terjaring sedang dalam proses pendataan dan penilaian medis‑psikologis sebelum ditetapkan jenis penanganan yang paling sesuai. Langkah ini menjadi bukti bahwa di Kabupaten Batu Bara, perang terhadap narkoba berjalan dengan tegas namun tetap berjiwa kemanusiaan.
Sumber: Keterangan Resmi Kepala BNNK Batu Bara

