BADAR.CO.ID | Media Online Berita Terki

Polres Batu Bara Bersama Masyarakat Perkuat Kepedulian terhadap Gizi dan Tumbuh Kembang Anak di Ujung Kubu



BATU BARA | BADAR.CO.ID — Upaya memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat. Semangat kolaborasi tersebut terlihat dalam kegiatan sosial yang dilaksanakan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu Bara di Kantor Kepala Desa Ujung Kubu, Kecamatan Nibung Hangus, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB itu diisi dengan pembagian paket makanan bergizi kepada warga serta pemeriksaan tumbuh kembang anak yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara dan Puskesmas Ujung Kubu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Polres Batu Bara melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, sebagaimana diarahkan Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA.

Kasatreskrim Polres Batu Bara AKP Binrod Situngkir, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan tersebut mewakili Kapolres Batu Bara.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam kegiatan itu, kepedulian terhadap kesehatan anak menjadi salah satu bentuk keterlibatan kepolisian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, di luar tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

"Polisi ada untuk masyarakat. Bukan hanya saat ada masalah, tapi juga dalam hal-hal penting seperti tumbuh kembang anak-anak kita. Mencegah stunting adalah menjaga masa depan Batu Bara. Ini juga tanggung jawab kita bersama," ujar AKP Binrod Situngkir.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mendukung Kesehatan Anak

Kegiatan di Desa Ujung Kubu melibatkan Satreskrim dan personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Batu Bara, Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, Puskesmas Ujung Kubu, pemerintah desa, serta perwakilan mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satreskrim dan Polwan membagikan paket makanan bergizi kepada warga. Sementara itu, petugas kesehatan melaksanakan pemeriksaan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Keterlibatan tenaga kesehatan menjadi bagian penting karena pemantauan tumbuh kembang membutuhkan pemeriksaan yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan dapat membantu orang tua memperoleh informasi mengenai kondisi anak dan langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan masalah gizi atau pertumbuhan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Sejumlah ibu membawa anak mereka untuk mengikuti pemeriksaan sekaligus memperoleh informasi mengenai pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak dini.

Pencegahan Stunting Dimulai dari Perhatian Keluarga

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode penting pertumbuhan. Penanganannya membutuhkan pendekatan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan, akses terhadap pelayanan kesehatan, hingga perbaikan pola pengasuhan dan kondisi lingkungan.

Pembagian makanan bergizi dapat menjadi salah satu bentuk dukungan sosial kepada masyarakat. Namun, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat. Pemantauan pertumbuhan secara berkala, pemenuhan kebutuhan gizi sesuai usia, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak.

Dalam konteks tersebut, kerja sama antara kepolisian, pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dapat membantu memperluas perhatian terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak.

Keluarga juga diharapkan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia untuk memantau pertumbuhan anak, termasuk melalui posyandu dan puskesmas sesuai jadwal pelayanan setempat.

Membangun Kepedulian untuk Masa Depan Batu Bara

Kegiatan di Desa Ujung Kubu memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan anak dapat menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai unsur masyarakat. Setiap pihak memiliki peran berbeda, tetapi dapat bergerak menuju tujuan yang sama, yakni mendukung anak-anak tumbuh sehat dan memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.

Bagi kepolisian, kegiatan sosial semacam ini menjadi bentuk kehadiran di tengah masyarakat melalui pendekatan yang mengedepankan kepedulian dan kebersamaan.

Sementara itu, keterlibatan tenaga kesehatan memastikan bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang anak tetap berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang tepat.

Polres Batu Bara berharap kegiatan tersebut dapat mendorong keluarga untuk semakin memperhatikan kebutuhan gizi anak serta memanfaatkan layanan kesehatan secara berkala.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan generasi muda bukan hanya tanggung jawab satu institusi. Peran keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dibutuhkan agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.

Jurnalis: HR

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama