BATU BARA — Upaya memperkuat produksi pangan terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, instansi pertanian, penyuluh dan masyarakat petani. Salah satunya melalui Gerakan Tanam Padi PM-AAS Sumatera Utara menuju 37.768 hektare yang dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi di Indonesia.
Di Kabupaten Batu Bara, kegiatan tersebut berlangsung di Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.
Gerakan tanam tersebut diselenggarakan oleh BBRMP Sumatera Utara dan diikuti unsur pemerintah, TNI, Polri, instansi teknis pertanian, penyuluh serta para petani.
Kapolsek Air Putih Polres Batu Bara AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H., M.H., turut hadir mewakili Kapolres Batu Bara. Kehadiran aparat kepolisian menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sekaligus menjaga koordinasi dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Perkuat Sinergi Pertanian
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut mempertemukan berbagai unsur yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan sektor pertanian.
Selain Bupati Batu Bara dan Kapolsek Air Putih, hadir Direktur Wilayah Provinsi Sumatera Utara Mulyono, S.P., M.M., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung, S.STP., M.Si., serta Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbudin, DEA.
Turut hadir Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap, S.P., M.Si., Perwira TNI Wakil Korlap Sumatera Utara Kolonel Tri Barata, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara Hendra Kumara, S.P., M.Si., serta Dandim 0208/Asahan Letkol Inf. Edy Syahputra, S.H., M.I.P.
Sejumlah unsur teknis lainnya juga hadir, di antaranya perwakilan BRMP Ruminansia Kecil, Perum BULOG Sumatera Utara, Pupuk Holding Company, BBWS Sumatera II Medan, Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Medan, Balai Veteriner Medan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batu Bara, BPTU-HPT Siborongborong serta Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Medan.
Kegiatan juga diikuti unsur Kelsi Provinsi Sumatera Utara, Camat Air Putih, para kepala desa se-Kecamatan Air Putih, penyuluh pertanian dan petani.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi pertanian tidak hanya berkaitan dengan kegiatan tanam, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, mulai dari penyediaan sarana produksi, benih, pupuk, pengelolaan lahan dan irigasi, hingga pendampingan kepada petani.
Bupati Batu Bara Hadiri Langsung Kegiatan
Kehadiran Bupati Batu Bara dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan pemerintah daerah dalam agenda penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Batu Bara.
Kabupaten Batu Bara memiliki kawasan pertanian yang menjadi salah satu bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga berhubungan dengan keberlanjutan usaha petani dan perekonomian masyarakat di kawasan pedesaan.
Melalui kegiatan tanam padi secara serentak, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, instansi teknis dan petani diharapkan dapat semakin terarah.
Di sisi lain, pelaksanaan program pertanian juga membutuhkan kesinambungan dari proses tanam hingga panen. Faktor seperti ketersediaan air, kondisi jaringan irigasi, benih, pupuk, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pendampingan penyuluh serta akses pemasaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian.
Penyerahan PUTS dan Petunjuk Teknis
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Batu Bara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara serta Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan PUTS dan buku petunjuk teknis PM-AAS kepada pihak terkait. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari dukungan teknis dalam pelaksanaan program pertanian.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Direktur Wilayah Provinsi Sumatera Utara Mulyono, S.P., M.M., serta sambutan Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap, S.P., M.Si.
Kehadiran penyuluh dan petani dalam kegiatan tersebut menjadi unsur penting karena keberhasilan program peningkatan produksi pangan pada akhirnya sangat bergantung pada pelaksanaan di tingkat lapangan.
Tantangan Pertanian Tidak Berhenti pada Kegiatan Tanam
Gerakan tanam menjadi salah satu tahapan penting dalam siklus produksi pangan. Namun, keberlanjutan hasil pertanian juga membutuhkan pengawalan setelah kegiatan tanam selesai.
Petani membutuhkan kepastian dukungan terhadap berbagai kebutuhan produksi, termasuk pengelolaan air, sarana produksi, pendampingan teknis, pengendalian hama dan penyakit tanaman serta kepastian penanganan hasil produksi.
Karena itu, kegiatan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan seperti Gerakan Tanam Padi PM-AAS dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, bukan hanya pada saat pelaksanaan seremoni, tetapi juga dalam tahapan pemeliharaan tanaman hingga masa panen.
Bagi pemerintah daerah, koordinasi tersebut juga penting untuk memastikan program pertanian dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.
Sinergi Pemerintah dan Petani
Keterlibatan Polri dan TNI bersama pemerintah daerah serta instansi pertanian dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya dukungan lintas sektor terhadap agenda ketahanan pangan.
Di tingkat masyarakat, petani tetap menjadi aktor utama dalam proses produksi. Sementara pemerintah dan instansi terkait berperan dalam menyediakan dukungan kebijakan, pendampingan, sarana produksi serta koordinasi program.
Dengan demikian, gerakan tanam padi tidak hanya dipandang sebagai kegiatan penanaman secara serentak, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih terkoordinasi.
Gerakan Tanam Padi PM-AAS Sumatera Utara menuju 37.768 hektare yang dilaksanakan serentak di 38 provinsi diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan produksi pangan nasional, dengan pelaksanaan di daerah disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di Kabupaten Batu Bara, sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, aparat kewilayahan, penyuluh dan petani menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Seluruh rangkaian kegiatan Gerakan Tanam Padi PM-AAS di Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih, berlangsung aman, tertib dan kondusif.

