BATU BARA — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Batu Bara tidak hanya bergantung pada luasnya lahan pertanian, tetapi juga pada bagaimana irigasi, teknologi, pola tanam, dan pendampingan petani dikelola secara berkelanjutan.
Hal itu terlihat saat Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., turun langsung memanen padi menggunakan mesin combine harvester di areal persawahan Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Air Putih, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mendukung program swasembada pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan itu, Bupati Baharuddin juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 10 unit mesin pompa air, bibit cabai, serta dua unit mesin crawler untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Irigasi Menjadi Faktor Penting Produksi Padi
Bupati Baharuddin menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Menurutnya, produktivitas pertanian tidak hanya ditentukan oleh proses budidaya, tetapi juga oleh tersedianya jaringan irigasi yang dapat berfungsi secara optimal.
Khusus Kecamatan Air Putih, pemerintah daerah mendorong agar kawasan tersebut dapat berkembang sebagai salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Batu Bara.
Karena itu, pengelolaan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan, terutama dalam mendukung keberlangsungan musim tanam dan peningkatan hasil produksi.
Pola Tanam Serentak untuk Pengendalian Hama
Selain infrastruktur pertanian, Bupati Baharuddin mengajak petani menerapkan pola tanam secara serentak dengan mengikuti arahan penyuluh pertanian.
Keseragaman waktu tanam dinilai dapat membantu pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pada saat yang sama, pola tersebut juga dapat memudahkan pengaturan distribusi air irigasi serta pengelolaan kegiatan pertanian di tingkat kawasan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi pangan membutuhkan koordinasi antara pemerintah, penyuluh dan kelompok tani, bukan hanya mengandalkan penggunaan alat dan mesin pertanian.
Teknologi Pertanian Mulai Diperkuat
Penggunaan combine harvester dalam kegiatan panen menjadi salah satu gambaran pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi pekerjaan petani.
Dukungan berupa mesin pompa air dan mesin crawler juga diarahkan untuk memperkuat aktivitas pertanian di lapangan.
Bagi daerah dengan areal pertanian yang luas, pemanfaatan mekanisasi dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi proses budidaya, mulai dari pengelolaan air hingga kegiatan panen.
Batu Bara Memiliki Sekitar 12 Ribu Hektare Lahan Pertanian
Kabupaten Batu Bara memiliki potensi pertanian dengan luas lahan sekitar 12 ribu hektare. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, luas lahan saja belum cukup. Produktivitasnya sangat berkaitan dengan keberlanjutan jaringan irigasi, ketersediaan sarana produksi, teknologi pertanian, pendampingan kelompok tani, serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Batu Bara menyatakan akan terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pengelolaan jaringan irigasi, pendampingan kelompok tani, pemanfaatan teknologi pertanian, serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.
Jika berbagai unsur tersebut berjalan secara berkelanjutan, potensi lahan pertanian Batu Bara dapat semakin diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah dan Petani Perlu Berjalan Bersama
Penguatan pertanian pada akhirnya bukan hanya mengenai peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana petani memperoleh dukungan yang memadai dalam menjalankan usaha taninya.
Karena itu, keberadaan penyuluh pertanian, kelompok tani, infrastruktur irigasi, bantuan sarana produksi, dan mekanisasi menjadi bagian yang saling berkaitan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Batu Bara didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Camat Air Putih, Kepala Desa Tanjung Mulya, para kepala bidang pada Dinas Pertanian dan Perkebunan, Ketua Tim Pengelolaan Administrasi dan Penyuluhan Pertanian dan Perkebunan, serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Air Putih.
Panen padi di Desa Tanjung Mulya pun menjadi momentum untuk melihat sektor pertanian bukan sekadar dari hasil panen, tetapi dari rangkaian ekosistem yang menopangnya: air, lahan, teknologi, pendampingan, dan petani sebagai pelaku utama produksi pangan.(**)

