BATU BARA –BADAR.CO.ID
Membangun masa depan daerah tidak cukup hanya dengan menyiapkan infrastruktur. Ada pekerjaan yang jauh lebih panjang, yakni memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, serta mampu menghadapi perubahan zaman.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Rabu (23/9/2026).
Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., mengajak pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat menyatukan langkah dalam mendidik sekaligus melindungi anak sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, momentum tersebut tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan anak, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kembali tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Anak Tidak Hanya Perlu Pintar
Dalam arahannya, Bupati Baharuddin menekankan pentingnya membangun anak yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan akhlak.
Ia menilai masa keemasan atau golden age merupakan fase penting yang perlu dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan, pembentukan karakter serta pengembangan potensi setiap anak.
Karena setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda, pendekatan pendidikan juga dituntut semakin adaptif.
Guru, menurut Bupati, perlu mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu sarana pendukung pembelajaran.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak semestinya hanya dilihat sebagai tantangan. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi juga dapat menjadi bagian dari proses anak mengenali kemampuan dan mengembangkan potensinya.
Perlindungan Menjadi Bagian dari Pendidikan
Di sisi lain, membangun generasi berkualitas tidak dapat dipisahkan dari persoalan perlindungan anak.
Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat diharapkan menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak. Ancaman kekerasan, perundungan atau bullying, hingga penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Karena itu, perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah atau aparat. Peran orang tua, guru, teman sebaya dan lingkungan sosial menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat.
Memberi Ruang Anak Menyuarakan Potensinya
Momentum Hari Anak Nasional di Batu Bara juga ditandai dengan pelantikan pengurus Forum Anak Kabupaten Batu Bara periode 2026–2028.
Jihan Carissa, siswi SMA Negeri 1 Lima Puluh, dipercaya menjadi Ketua Forum Anak Kabupaten Batu Bara.
Bupati berpesan agar para pengurus aktif dalam kegiatan positif, berprestasi dan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya.
Kehadiran Forum Anak sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk tidak hanya menjadi objek dalam berbagai kebijakan, tetapi turut mengambil bagian dalam kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan dan masa depan mereka.
Dari MBG hingga Revitalisasi Sekolah
Perhatian terhadap masa depan anak juga dikaitkan dengan berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah.
Program-program tersebut, sebagaimana disampaikan Bupati, diharapkan mendapat dukungan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Puncak Hari Anak Nasional itu dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara, Pj. Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Ny. Henny Baharuddin Siagian, sejumlah kepala OPD, serta sekitar 570 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Suasana kegiatan juga diwarnai kreativitas para pelajar melalui tari, pantomim, peragaan busana, senam kreasi dan pembacaan puisi.
Selain itu, pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada para pemenang sejumlah perlombaan Hari Anak Nasional serta bantuan sembako kepada 25 anak SLB.
Pada akhirnya, peringatan Hari Anak Nasional di Batu Bara membawa pesan yang lebih luas dari sekadar sebuah agenda tahunan.
Anak-anak hari ini adalah bagian dari wajah Batu Bara pada masa mendatang. Karena itu, mendidik mereka bukan hanya tentang mengejar nilai di ruang kelas, sementara melindungi mereka bukan sekadar menjauhkan dari bahaya.
Keduanya membutuhkan lingkungan yang memberi kesempatan kepada anak untuk belajar, bertumbuh, berkreasi, bersuara dan menemukan potensinya.
Di titik itulah sinergi pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat menjadi penting: bukan hanya untuk merayakan anak pada satu hari, tetapi memastikan masa depan mereka tetap mendapat tempat dalam setiap langkah pembangunan daerah.

